Pemerintah Punya PR Genjot Stimulus Biar Ekonomi Nggak Minus Lagi

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 07 Nov 2020 16:00 WIB
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal-I 2018 tumbuh 5,2%. Pertumbuhan itu didukung dengan capaian penerimaan pajak maupun nonpajak.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal Hastiadi menilai penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Tanpa anggaran PEN, ekonomi nasional bisa makin terpuruk di zona negatif.

Fithra mengatakan, jika anggaran PEN terserap 100% maka bisa berkontribusi sekitar 3,8% terhadap perekonomian nasional. Saat ini, realisasi pertumbuhan ekonomi nasional minus 3,49% di kuartal III-2020.

"Stimulus memang perlu diasah lagi, dengan 50% (penyerapan) kemarin sudah menopang pertumbuhan 1%," katanya saat menjadi pembicara di Polemik Trijaya tentang Efek Resesi di Tengah Pandemi, Sabtu (7/11/2020).

Tanpa stimulus yang dialokasikan pemerintah pada anggaran PEN, Fithra menyebut pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun ini bisa makin dalam minusnya.

"Tanpa stimulus ini kuartal III bisa lebih dalam kontraksinya. Apalagi kalau 100% itu ada 3,88% buat pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Menurut dia, perekonomian Indonesia lebih diuntungkan karena bergantung terhadap konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga berkontribusi sekitar 57% terhadap pembentukan produk domestik bruto (PDB).

Saat ini, dikatakan Fithra pemerintah harus membuat kelas menengah ke atas Indonesia berani membelanjakan dananya lebih banyak lagi. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga tetap menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang masuk dalam kelompok 40% terbawah.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2