Sederet Fakta Riset UMP 2021 DIY Terendah Tapi Pengeluaran Tertinggi

Soraya Novika - detikFinance
Minggu, 08 Nov 2020 06:35 WIB
Ilustrasi THR
Foto: shutterstock
Jakarta -

Yogyakarta termasuk provinsi yang bakal menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 mendatang. Meski begitu, UMP 2021 tetap disebut yang terkecil di seluruh Indonesia. Bahkan, menurut sebuah riset yang dilakukan oleh lifepal.co.id pengeluaran di provinsi ini juga justru menjadi yang paling besar dibanding provinsi lainnya.

Hal itu didapat dari membandingkan rata-rata rasio nasional pengeluaran per kapita (masyarakat) dibanding rata-rata UMP 2021 di Indonesia.

Perbandingan rasio pengeluaran dan UMP 2021 di Yogyakarta mencapai lebih dari level 50%. Rasio ini menggambarkan selisih antara pengeluaran dan upah minimum. Makin rendah rasionya menunjukkan gap atau selisih antara pengeluaran dan upah minimum rata-rata cukup tinggi. Semakin tinggi selisihnya, semakin besar pula peluang bagi individu atau masyarakat untuk menabung dan berinvestasi.

Sebagaimana diketahui, Pemprov Yogyakarta secara resmi menaikkan UMP 2021 sebesar 3,54% menjadi Rp 1.765.000. Akan tetapi, Yogyakarta tetap menjadi provinsi dengan UMP terkecil. Sementara itu pengeluaran rata-rata per kapita di provinsi tersebut untuk makanan dan nonmakanan mencapai Rp 1.411.972.

Meski secara jumlah, Yogyakarta bukanlah provinsi dengan pengeluaran rata-rata per kapita terbesar, namun pengeluaran warga Yogyakarta tetap dinyatakan besar. Lewat perbandingan pengeluaran rata-rata dan upah minimum rata-rata tersebut, diketahui bahwa pengeluaran rata-rata per kapita Yogyakarta adalah 80% dari UMP.

Artinya, seorang warga Yogyakarta yang memperoleh gaji setara UMP dan pengeluaran per bulannya sebesar Rp 1,4 juta, hanya memiliki sisa uang sangat sedikit, yaitu 26% dari total penghasilannya.



Simak Video "Sri Mulyani: UMP 2021 Tak Naik, Agar Perusahaan Tak PHK Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]