Dari Rp 695 T, Anggaran Pemulihan Ekonomi Baru Cair Setengah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 09 Nov 2020 16:49 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kementerian Keuangan mencatat realisasi anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 4 November 2020 sebesar Rp 376,17 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan angka ini mengalami kenaikan yakni mencapai 54,1% dari pagu anggaran sebesar Rp 695,2 triliun.

"Pada posisi 4 November sudah mencapai Rp 376,17 triliun. Terjadi kenaikan dari di kuartal III maupun Oktober dan November yang baru kita rekap empat hari," kata dia dalam raker virtual dengan DPD komite IV, Senin (9/11/2020).

Dia menyebutkan anggaran ini terdiri dari sektor kesehatan yang mencapai Rp 32,15 triliun atau 33,1% dari pagu yang ditetapkan. Selanjutnya sektor perlindungan sosial dengan realisasi Rp 177,05 triliun atau 75,6%.

Selanjutnya sektor Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah (Pemda) realisasinya mencapai Rp 32,21 triliun atau 48,8%. Selanjutnya dukungan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sudah mencapai Rp 94,64 triliun atau 82,4%.

Selanjutnya insentif usaha mencapai Rp 38,13 triliun dan pembiayaan korporasi mencapai Rp 2 triliun. Angka ini baru 3,2% dari total anggaran.

"Kami akan terus melakukan pemantauan bersama dengan Kementerian lain," ujar dia.

(kil/fdl)