1.000 Perusahaan AS Mau Cabut dari China, Ada yang ke RI?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 09 Nov 2020 22:05 WIB
Bendera Amerika Serikat AS
Foto: Dok. Anadolu Agency
Jakarta -

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mendapat informasi 1.000 perusahaan Amerika Serikat (AS) bakal hengkang dari China. Dia menjelaskan hal itu merupakan suatu peluang yang positif yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia.

"Ada kurang lebih 1.000 perusahaan dari AS yang akan keluar dari China. Mereka sampaikan ada 1000 perusahaan AS dari China karena mereka tidak mau rantai pasok dunianya mereka itu terkonsentrasi di China," kata Rosan dalam diskusi virtual, Senin (9/11/2020).

Tak cuma itu, ada juga perusahaan Jepang hingga negara-negara Eropa yang berpeluang pindah dari China. Hal itu patut dimanfaatkan oleh Indonesia agar mereka pindah ke Indonesia.

Menurut Rosan, Indonesia harus berperan aktif, baik dari pemerintah maupun Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) secara khusus.

"Karena walaupun di tengah COVID-19 ini ternyata kesempatan itu justru cukup besar, dan mereka menyampaikan yang mereka lirik salah satunya adalah negara-negara di Asean, dan kita kompetisi juga dengan negara-negara Asean lainnya," jelasnya.

Dia menjelaskan investor asing masih menunggu eksekusi dari Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) yang dituangkan ke dalam peraturan turunan, misalnya peraturan pemerintah (PP) maupun peraturan presiden (perpres).

"Jadi langkahnya sudah baik. Yang mereka tinggal tunggu adalah implementasinya, dan ini benar-benar bisa memberikan dampak yang positif bukan hanya untuk investasi tetapi juga dalam rangka menciptakan lapangan kerja," tambahnya.

(toy/hns)