Bos Unilever Tanggapi Aksi Boikot Produk Prancis di RI

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 11 Nov 2020 15:59 WIB
Logo Unilever
Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Aksi boikot produk Prancis masih menggema di Indonesia. Bahkan, pengusaha ritel Indonesia terpaksa menarik produk-produk buatan Prancis dari rak-rak toko.

Lalu, bagaimana dampak aksi boikot produk Prancis terhadap produk Unilever Indonesia?

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Hemant Bakshi mengatakan, produk dari perusahaannya itu 95% dibuat di Indonesia, dan untuk masyarakat Indonesia.

"Kami bukan perusahaan Prancis, kami perusahaan Indonesia. Semua produk kami 95% dibuat di Indonesia, untuk Indonesia," kata Hemant dalam diskusi virtual dengan awak media, Rabu (11/11/2020).

Hemant yang akan segera meninggalkan kursi Presdir itu menegaskan, aksi boikot produk Prancis tak berdampak sama sekali ke perusahaannya.

"Jadi kita tidak punya komentar untuk kontroversi itu sendiri. Dan sebetulnya tak punya dampak ke Unilever," ungkap Hemant.

Sebagai informasi, Unilever adalah perusahaan multinasional yang memiliki lebih dari 400 produk untuk kehidupan sehari-hari. Unilever berbasis di Inggris dan Belanda.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Unilever Indonesia, perusahaan didirikan pertama kali pada 5 Desember 1933 di Tanah Air. Unilever Indonesia memiliki 44 merek dan juga 9 pabrik yang bertempat di area industri Jababeka- Cikarang, Rungkut-Surabaya, dan kantor pusat di Tangerang.

(eds/eds)