Awas! Rekening Pensiunan Jadi Sasaran Hacker, Begini Cara Hindarinya

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 12 Nov 2020 12:41 WIB
kejahatan cyber
Foto: Internet
Jakarta -

Saat ini keamanan siber dan penipuan identitas menjadi perhatian perusahaan keuangan. Para pensiunan kini jadi sasaran para peretas alias hacker untuk mendapatkan uang.

Dikutip dari CNBC, Kamis (12/11/2020) menurut data Javelin Strategy & Research penipu sering menggunakan informasi akun pribadi incarannya untuk membuka rekening. Kasus ini telah merugikan konsumen sebesar US$ 16,9 miliar tahun lalu.

Direktur Program Pencegahan Penipuan AARP, Kathy Stokes mengatakan penipu memang lebih mengincar rekening pensiunan. Selain simpanannya banyak, orang tua cenderung tidak akan mengganti di mana mereka menabung setelah rekeningnya dibobol.

Javelin melakukan jajak pendapat terhadap 5.000 orang dewasa secara online dari 22 Oktober hingga 4 November 2019. Hasilnya perencana atau penasihat keuangan bisa menjadi pilihan untuk melindungi tabungan.

The Securities and Exchange Commission's Office of Compliance Inspections and Examinations merilis laporan awal tahun ini tentang praktik keamanan siber perusahaan keuangan dan masalah tersebut telah menjadi prioritasnya.

Adapun tips yang dapat membantu penasihat dan investor mengurangi risiko penipuan di masa mendatang. Pertama-tama, jadikan keamanan data sebagai diskusikan utama selama pertemuan tahunan.

Selanjutnya, untuk mengisi kata sandi dalam akun keuangaan Anda, gunakan setidaknya delapan karakter dengan campuran huruf besar dan kecil serta karakter khusus. Hindari menggunakan kredensial yang sama untuk situs dan layanan yang berbeda.

Lalu, gunakan keamanan ganda. Seorang peretas dapat memecahkan sandi, tetapi autentikasi faktor ganda berarti mereka memerlukan kode yang dikirim melalui SMS ke ponsel Anda untuk masuk ke akun Anda.

Jika mendapat telepon dari orang asing yang mengaku sebagai IRS atau Administrasi Jaminan Sosial, tutup langsung telepon tersebut, Para penipu senang menelepon korban yang tidak menaruh curiga untuk mendapatkan data pribadi mereka.

Jangan mengandalkan penelusuran web untuk mendapatkan saluran layanan pelanggan ke perusahaan. Karena penipu dapat memposting nomor telepon palsu di internet.

Kunci kredit Anda, dengan meningkatkan keamanan pada akun Anda dengan tiga perusahaan kredit utama seperti, Equifax, Experian dan TransUnion.

Periksa dan pantau kredit Anda, dengan mendaftarkan batasan transaksi rekening giro dan kartu kredit Anda, sehingga Anda mendapat pemberitahuan jika terjadi tagihan melebihi batas tertentu.

(fdl/fdl)