Monopoli Jasa Pengiriman Bikin Ongkir Ekspor Benih Lobster Mahal

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 12 Nov 2020 17:21 WIB
ekspor benih lobster
Ilustrasi/Foto: Zaki Alfarabi/Tim Infografis
Jakarta -

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengendus praktek monopoli pada jasa pengiriman logistik ekspor benih lobster. Hal ini dinilai merugikan perusahaan pengekspor benih lobster.

Direktur Investigasi KPPU Gopera Panggabean mengatakan praktek ini membuat ongkos kirim ekspor benih lobster menjadi lebih mahal. Khususnya untuk para pelaku ekspor di luar Jawa, misalnya dari Bali, NTB, hingga NTT.

Pasalnya, pelaku usaha ekspor harus mengeluarkan uang lebih untuk mengirimkan benih lobsternya ke Jakarta terlebih dahulu. Praktek ini diindikasi terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

"Dari informasi yang kita peroleh, terkait dengan tarif biaya ekspor ini jadi dinilai dan dirasakan cukup mahal bagi pelaku ekspor. Karena tidak ada pilihan lain terhadap pengiriman ekspor benih lobster, semua hanya bisa lewat Bandara Soetta, sementara budidaya benih lobster ini tersebar sampai Bali, NTT, NTB," ungkap Gopera dalam forum jurnalis KPPU secara virtual, Kamis (12/11/2020).

Menurutnya, pengiriman ekspor benih lobster ini harusnya bisa dilakukan di bandara yang lain. Pelaku usaha pun harusnya bisa memilih perusahaan jasa pengiriman logistiknya sesuai dengan kemampuan.

"Beberapa bandara harusnya bisa untuk ekspor tadi, tapi faktanya saat ini cuma bisa di bandara Soetta. Intinya saat ini tidak ada pilihan untuk ekspor itu menggunakan eksportir lain," kata Gopera.

Juru bicara sekaligus komisioner KPPU Guntur Saragih juga menambah, hal ini bisa membuat risiko usaha eksportir benih lobster meningkat. Pasalnya, yang diperdagangkan adalah barang hidup, faktor mortalitas alias angka ketahanan benih lobsternya juga perlu diperhatikan.

"Ini bisa menciptakan pasar tidak efisien. Salah satunya ini resiko yang ditanggung pengusaha baby lobster, karena ini kan barang hidup, apakah bisa tahan kalau dibawa ke Jakarta dulu baru dikirim ke target pasarnya," kata Guntur.

(eds/eds)