3 Fakta Heboh JK Vs Rizal Ramli soal Gagal Jadi Menkeu

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 20:55 WIB
Rizal Ramli di semarang, 2/3/2019
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

3. Balasan Jubir JK

Pihak JK pun membalas kritikan itu dengan menyebut Bambang Susanto tidak tahu apa-apa soal peristiwa itu.

"Apa yang disampaikan Pak JK bukan kemungkinan tapi fakta yang terjadi tahun 2004. Jadi kalau Bambang Susanto mengatakan tidak mungkin Eselon 1 mau mempertaruhkan jabatannya, menolak seorang menteri, itu kemungkinan menurut versi Bambang Susanto yang tidak terlibat langsung dan tidak mengetahui peristiwa tersebut," kata Juru Bicara JK, Husain Abdullah kepada detikcom, Jumat (13/11/2020).

Husain mengatakan penolakan tersebut memang benar terjadi seperti yang disampaikan JK usai memenangkan Pikpres bersama SBY di tahun 2004. Testimoni JK yang beredar adalah adalah jawaban atas komentar Rizal Ramli yang diwawancara di acara di stasiun TV swasta.

"Jadi itu semacam hak jawab yang diberikan Karni Ilyas kepada Pak JK untung menanggapi tudingan Rizal Ramli yang merasa dijegal masuk kabinet SBY-JK tahun 2004-2009," terangnya.

"Padahal seperti penegasan Pak JK masih menjawab tudingan Rizal Ramli, nama Rizal Ramli memang tidak diperhitungkan masuk kabinet pada saat itu. Ya harusnya Rizal Ramli bisa introspeksi diri kenapa tidak diperhitungkan masuk kabinet saat itu. Bukan caricari kambing hitam dan menyalahkan pihak lain," imbuh dia.

Dia mengibaratkan tidak masuknya nama Rizal Ramli dalam susunan kabinet SBY-JK saat itu seperti seorang pelatih sepakbola yang menyusun tim inti sebelum pertandingan di mulai.

"Bahwa namanya tidak diperhitungkan, itu hal biasa. Ibarat pelatih sepakbola dalam menyusun tim untuk menjuarai sebuah turnamen tentu akan memilih pemain sesuai dengan pola permainan yang akan diterapkan. Pastinya pelatih akan banyak pertimbangan pertimbangan, baik teknik, skill individu dan kerjasama tim, karakter maupun stamina," sindir Husain.

Halaman

(eds/eds)