Terpopuler Sepekan

Blak-blakan Dubes Prancis soal Dampak Boikot Produk ke RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sabtu, 14 Nov 2020 13:15 WIB
Sebuah minimarket di Jakarta menarik produk buatan prancis dari daftar jual. Hal itu dilakukan sebagai buntut kekecewaan atas pernyataan Presiden Prancis.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Duta Besar Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard mengungkapkan dampak gerakan boikot produk Prancis kepada Indonesia. Dia mengatakan dampak dari boikot produk Prancis tidak hanya berdampak bagi negaranya, tapi juga Indonesia.

"Boikot bisa merugikan ekonomi Prancis tentu saja, tapi boikot juga merugikan Indonesia" tutur Olivier di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2020).

Olivier menjelaskan, ada 50 ribu orang yang bekerja di perusahaan Prancis di Indonesia. Ada banyak orang yang terdampak jika aksi boikot terus dilakukan.

"Ada banyak orang Indonesia yang terdampak dengan aksi boikot ini," tambahnya.

Aksi boikot produk Prancis juga memberikan citra yang buruk bagi Indonesia. Hal ini berujung pada daya tarik investasi Indonesia.

"Salah satu tugas saya adalah mengajak perusahaan Prancis berinvestasi di negara ini, berinvestasi jangka panjang," tuturnya.

Olivier mengatakan ada lebih dari 200 perusahaan Prancis yang ada di Indonesia. Sebanyak 200 perusahaan itu terdiri dari berbagai ukuran, dari yang skala kecil hingga raksasa.

"Ada 200 perusahaan Prancis, dengan ukuran yang berbeda. Jika Anda bicara Danone, itu adalah perusahaan besar di Prancis, di dunia dengan 30 pabrik di Indonesia," tuturnya.

Dia mengatakan perusahaan-perusahaan Prancis yang ada di Indonesia bertanya kepadanya tentang apa yang harus dilakukan menyikapi aksi boikot. Aksi boikot dengan memaksa pemilik toko menarik produk dari rak juga menjadi sorotan.

"Tentu saja mereka (perusahaan) bertanya kepada saya, menanyakan apa yang bisa dilakukan. Mereka menginformasikan ke Paris," ujarnya.

(eds/eds)