Dibahas Sejak 2015, Ini Sejarah RUU Larangan Minuman Beralkohol

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 15 Nov 2020 11:44 WIB
Young depressed man
Foto: Getty Images/eclipse_images
Jakarta -

Badan Legislatif DPR tengah membahas pembentukan RUU Larangan Minuman Beralkohol. Para pengusaha produsen minuman beralkohol pun teriak. Begini sejarah,

Executive Committee Gabungan Industri Minuman Malt Indonesia (GIMMI) Ika Noviera mengatakan pihaknya sejauh ini baru hanya memantau perkembangan dari pembahasan RUU itu. Namun dia yakini RUU ini merupakan pembahasan lama yang diserukan kembali.

"Kami masih terus memantau perkembangannya. Ini kan sudah pembahasan dari 2015 ya. Belum ada lagi diskusi formal," ucap wanita yang juga Direktur di PT Multi Bintang Indonesia Tbk saat dihubungi detikcom, Minggu (15/11/2020).

Sementara dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Minuman Beralkohol Indonesia (APMBI) Stefanus mengungkapkan, pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol sebenarnya sudah muncul sejak 2015.

"Saya 2015 udah jadi ketua di asosiasi ini, jadi saya yang in charge ke dalam permasalahan itu. Itu usulannya sebenarnya usulan yang sekarang muncul adalah usulan dari 2014," tuturnya.

Stefanus menerangkan, setelah Baleg DPR menyetujui RUU itu menjadi usulan DPR, kemudian usulan itu diberikan kepada pihak eksekutif dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian.

Kedua kementerian itu kemudian membahas usulan itu. Stefanus mengaku pihaknya perusahaan saat itu juga diikut sertakan.

"Saya mengikuti rapatnya saat itu, terus kita bilang kalau dilarang semua ya kita nggak ada kerjaan. Tapi dia bilang ya seharusnya memang bukan dilarang," tuturnya

"Kita belajar dari Amerika juga, dulu di sana dengan adanya pelarangan maka timbul produk-produk ilegal. Dengan produk ilegal semakin besar akhirnya dilakukan penertiban oleh kepolisian. Karena ditertibkan akhirnya timbul mafia, kan jadi ribet," tambahnya.