Australia Kucurkan Rp 14 Triliun Bangun RS di Indonesia

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 16 Nov 2020 14:18 WIB
A doctor works at the La Paz hospital in Madrid, Spain, Monday, Oct. 5, 2020. Madrid has been the source of Europes most worrying surge of infections in the ongoing second wave of the pandemic. (AP Photo/Manu Fernandez)
Ilustrasi/Foto: AP/Manu Fernandez
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut Australia bakal membangun rumah sakit di Indonesia senilai US$ 1 miliar, atau setara Rp 14,1 triliun mengacu kurs Rp 14.116,5/US$ hari ini.

Informasi tersebut diterima Bahlil dari Dubes RI untuk Australia Kristiarto Legowo dalam sebuah webinar membahas Omnibus Law and IA-CEPA Impact on Investment.

"Saya terima kasih, Pak Dubes selamat atas MoU yang tadi sudah diteken. Tadi saya baru dapat informasi bahwa yang diteken itu adalah sektor infrastruktur kesehatan, bangun rumah sakit US$ 1 miliar," katanya Senin (16/11/2020).

Bahlil menjelaskan bahwa kesehatan saat ini menjadi salah satu sektor prioritas pemerintah. Lalu, dengan adanya Omnibus Law UU Cipta Kerja, pemerintah berkomitmen untuk mempercepat proses investasi.

"Kita punya slogan, sekarang silakan investor datang bawa modal, bahwa teknologi, sebagian pasar. Biarlah pemerintah Indonesia lewat BKPM yang akan menyiapkan izinnya dan akan membantu mencarikan lokasinya yang paling murah yang kompetitif," paparnya.

Berdasarkan catatan BKPM, dia menjelaskan bahwa sejak Januari hingga September, investasi dari Australia di Indonesia sebesar US$ 269,60 juta, mayoritas di sektor pertambangan.

Investasi dari Negeri Kanguru juga tersebar di luar Pulau Jawa, mulai dari Sulawesi, Sumatera, Kalimantan dan daerah lain.

Bahlil juga mengatakan Australia bakal mendapatkan keistimewaan jika menanamkan modalnya di Indonesia, yakni dari sisi insentif fiskalnya dan lain sebagainya.

"Saya punya keyakinan kalau teman-teman investor dari Australia masuk maka kita akan memberikan privilege khusus," tambahnya.

(toy/eds)