China Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik Rp 71 T di RI 2021

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 16 Nov 2020 13:34 WIB
Baterai mobil listrik buatan Dasep Ahmadi
Ilustrasi/Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta -

Produsen baterai kendaraan listrik asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) bakal berinvestasi di Indonesia senilai US$ 5,1 miliar. Angka tersebut setara Rp 71,9 triliun mengacu kurs hari ini Rp 14.116/US$.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa penandatanganan kerja sama sudah dilakukan.

"Itu investasinya kurang lebih sekitar US$ 5,1 miliar," kata dia dalam sebuah webinar, Senin (16/11/2020).

Menindaklanjuti kerja sama yang sudah disepakati, Bahlil menjelaskan bahwa peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan pabrik akan dimulai pada tahun depan.

"Kemarin kita dari China sudah tanda tangan perjanjian kerja sama sudah, 2021 sudah mulai ground breaking CATL," sebutnya.

Selain CATL, rencananya produsen baterai kendaraan listrik asal Korea Selatan (Korsel) juga akan berinvestasi di Indonesia. Bahlil mengatakan, perusahaan Negeri Ginseng itu sudah hampir deal.

"Kemarin kita juga kemarin dengan perusahaan dari Korea. Ini juga sudah hampir deal," paparnya.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Septian Hario Seto sebelumnya mengatakan ada dua produsen raksasa yang akan mengembangkan industri baterai kendaraan listrik di RI. Selain CATL yakni LG Chem asal Korsel.

"Ini adalah perlombaan teknologi. LG Chem dan CATL adalah dua pelopor dalam teknologi baterai lithium," katanya dikutip dari Bloomberg, Rabu (14/10/2020).

(toy/eds)