Libur Panjang di Oktober, Minat Belanja Orang RI Mulai Pulih

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 16 Nov 2020 16:31 WIB
Melihat Antusias Wisatawan di Kota Lama Semarang saat Libur Panjang
Ilustrasi/Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan minat masyarakat untuk berbelanja mulai meningkat, khususnya pada libur panjang di Oktober 2020. Hal ini tentu berdampak positif terhadap tingkat konsumsi rumah tangga yang masih terkontraksi 4% di kuartal III-2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengatakan mobilitas penduduk ke tempat belanja kebutuhan sehari-hari meningkat 0,3% dari bulan sebelumnya yang minus 2,3%.

"Memasuki Oktober terlihat minat masyarakat berbelanja mulai pulih seperti kondisi normal," kata Setianto dalam video conference, Senin (16/11/2020).

Sementara mobilitas penduduk di tempat ritel dan rekreasi juga mengalami peningkatan di Oktober. Kemudian untuk aktivitas di taman, dikatakannya mengalami peningkatan meski masih di bawah kondisi normal.

"Untuk aktivitas di taman juga dibandingkan September masih minus 7,5%, di September minus 10,4%," jelasnya.

Sementara aktivitas di tempat transit, Setianto mengatakan terjadi sedikit perbaikan ke level minus 32,3% dari bulan sebelumnya yang minus 36%. Sedangkan aktivitas di tempat kerja mengalami penurunan drastis menjadi minus 23,1% dari bulan sebelumnya yang minus 18,9%.

Upah Buruh

Upah nominal harian buruh atau pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. Sementara upah riil buruh menggambarkan daya beli dari pendapatan yang diterima buruh.

Otoritas statistik nasional mencatat upah nominal harian buruh tani nasional naik 0,09% menjadi Rp 55.766 per hari di Oktober 2020. Sementara upah riil buruh taninya mengalami penurunan sebesar 0,15%.

"Untuk upah riil buruh tani mengalami penurunan 0,15% dan nominalnya naik 0,09%," kata Setianto.

Untuk upah nominal harian buruh bangunan tukang bukan mandor naik 0,02% menjadi Rp 90,771 per hari di Oktober 2020. Sementara untuk upah buruh potong rambut wanita per kepala, BPS mencatat penurunan 0,07% menjadi Rp 27.312 per kepala.

Penurunan juga terjadi pada upah asisten rumah tangga, BPS mencatat upah asisten rumah tangga di Oktober 2020 sebesar Rp 400.216 per bulan atau turun 0,07% dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 400.483 per bulan.

(hek/eds)