3 Fakta Tangan Dingin Jokowi Bereskan Perjanjian Dagang 15 Negara

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 16 Nov 2020 18:30 WIB
Presiden Jokowi saat berpidato dalam KTT ke-11 ASEAN-PBB, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (15/11/2020).
Foto: Presiden Jokowi saat berpidato dalam KTT ke-11 ASEAN-PBB. (Lukas-Biro Pers Sekretariat Presiden)

2. Daya Saing

Untuk memanfaatkan RCEP sesuai dengan tujuan pembentukannya, Jerry menilai kuncinya adalah terus meningkatkan daya saing, baik teknologi, sumber daya manusia, infrastruktur, institusi maupun regulasi. Hal itu untuk meningkatkan kualitas dan menekan harga barang dan jasa yang dihasilkan Indonesia sehingga bisa memenangkan pasar.

"Sesuai dengan visi dan arahan presiden, satu-satunya cara agar kita bisa terus mengambil manfaat dari semua perjanjian perdagangan adalah meningkatkan daya saing. Masyarakat dan seluruh pelaku usaha menjadi ujung tombak. Kami di pemerintahan akan mengawal dengan fasilitasi, regulasi dan menciptakan iklim usaha yang lebih baik lagi." tambah Jerry.

3. Diklaim Jadi 'Obat' Pandemi

Para pemimpin berharap kesepakatan ini akan membantu memacu pemulihan dari pandemi virus corona.

"Dalam keadaan global saat ini, fakta bahwa RCEP telah ditandatangani setelah delapan tahun negosiasi membawa secercah cahaya dan harapan di tengah awan," kata Perdana Menteri China Li Keqiang.

India juga menjadi bagian dari negosiasi, tetapi menarik diri tahun lalu karena kekhawatiran bahwa tarif yang lebih rendah dapat merugikan produsen lokal. Meski demikian, pintu tetap terbuka bagi India untuk bergabung di masa depan.

Anggota RCEP membentuk hampir sepertiga dari populasi dunia dan menyumbang 29% dari produk domestik bruto global. Blok perdagangan bebas baru akan lebih besar daripada Perjanjian AS-Meksiko-Kanada dan Uni Eropa.


(toy/eds)