Anggaran PEN Sudah Habis Rp 386 T, Siapa Paling Banyak Serap?

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2020 15:50 WIB
Nasabah tengah menyetor dana di salah satu cabang Bank Mandiri Jakarta, Jumat (6/5/2015). Bank Mandiri mengoperasikan sebanyak 148 kantor cabang di seluruh Indonesia pada saat libur Isra Miraj untuk menerima pembayaran pembelian BBM oleh SPBU-SPBU. Perseroan juga menyiapkan uang tunai Rp4 triliun untuk memenuhi kebutuhan ATM dan cabang saat libur panjang akhir pekan ini. (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Realisasi penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) terus bertambah. Hingga 11 November 2020, anggarannya sudah terserap Rp 386,01 triliun atau setara 55,5% dari pagu anggaran Rp 695,2 triliun.

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Anti Corruption Summit-4 2020 yang digelar secara virtual, Rabu (18/11/2020).

"Sampai hari ini kita terus melakukan perbaikan, dan 55% dari program pemulihan ekonomi sudah diabsorpsi," katanya.

Dengan realisasi tersebut, Sri Mulyani mengatakan terjadi kenaikan sebesar Rp 19,39 triliun dari posisi akhir Oktober yang mencapai Rp 366,62 triliun, atau meningkat 31,9% dari posisi realisasi semester I-2020.

Dari total realisasi yang mencapai Rp 386,01 triliun, untuk klaster kesehatan sudah mencapai 35,3% atau setara Rp 34,29 triliun. Klaster perlindungan sosial sudah mencapai 77,9% atau Rp 182,54 triliun dari pagu.

Selanjutnya, untuk klaster sektoral kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah sudah mencapai 49,9% atau Rp 32,92 triliun. Klaster insentif usaha sudah 32% atau Rp 38,64% dari pagu. Klaster dukungan UMKM sudah 83,3% atau 95,62 triliun. Sementara untuk klaster pembiayaan korporasi baru 3,2% atau Rp 2 triliun.