Tembus Pasar Eropa, UMKM Ini Kenalkan Budaya Lokal Lewat Gambar 3D

Yudistira Imandiar - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2020 15:54 WIB
Usaha karya seni gambar 3D Oniecraft
Foto: dok. Pertamina
Jakarta -

Bermula pada tahun 1996, Yosephine Erliane kesemsem dengan karya seni gambar 3 dimensi atau dikenal dengan papertole. Sejak saat itu ia memperdalam keterampilan dan menekuni kerajinan tersebut.

Tak sebatas menekuni kerajinan tersebut, wanita yang akrab disapa Onie ini aktif memberikan pelatihan kerajinan papertole secara gratis. Sejumlah peserta pelatihannya akhirnya tertarik untuk menekuni bidang yang sama dengan Onie.

Tahun 2000, Onie mulai memasarkan hasil karyanya itu dengan mendirikan brand UMKM Oniecraft. Warga asing atau ekspatriat di Indonesia jadi segmen pasar utama produk papertole buatan Onie.

Selaras dengan perjalanan waktu, usaha Onie semakin berkembang. Produk papertole Oniecraft berhasil menembus pasar ekspor ke Eropa dan Jepang. Ia juga aktif mengikuti pameran di luar negeri, seperti Algeria, Tokyo, Hong Kong, Norwegia.

Produk-produk Oniecraft yang terdaftar sebagai mitra UMKM binaan Pertamina saat ini dipasarkan dengan harga mulai Rp 110 ribu sampai Rp 10 jutaan per item. Besaran harga produk tergantung pada tingkat kesulitan pembuatannya. Dari hasil penjualan produk kerajinan 3 dimensi itu Onie bsia mengantongi omzet Rp 30 jutaan per bulan.

Onie sangat memperhatikan kualitas dan eksklusifitas setiap produknya. Oleh sebab itu, ia tidak mau mengerjakan produk secara terburu-terburu untuk mengejar kuantitas produksi.

"Seni papertole yang saya buat ini sangat kami jaga kualitasnya dan tidak bisa jika dibuat buru-buru," kata Onie dalam keterangan tertulis, Rabu (18/11/2020).

Selain menjadikan kerajinan papertole sebagai mata pencarian, alumnus jurusan arsitek dari salah satu perguruan tinggi nasional ini juga mempunyai misi penting di balik usaha yang dijalani. Ia ingin melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Indonesia ke penjuru dunia melalui kerajinan tangan.

"Kesenian papertole ini cukup populer di Eropa, untuk itu kita modifikasi dengan bentuk dan ciri khas bangsa supaya Indonesia lebih dikenal dunia, terutama kebudayaannya," sambung Onie.

Agar produknya dikenal lebih luas oleh warga dunia, ia ingin mengekspansi jaringan pemasaran Oniecraft.

"Di bawah binaan Pertamina, saya ingin usaha ini dapat lebih berkembang dan bisa menjangkau area pemasaran yang lebih luas lagi," ungkap Onie.

Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengapresiasi konsep usaha yang dijalankan Onie. Menurutnya, prinsip usaha yang dijalani Onie layak didukung dan terus dilestarikan.

"Selain menerapkan usaha berbasis sociopreneur, kita juga harus mendukung usaha pengenalan budaya Indonesia ke mata dunia," ulas Heppy.

Pertamina, kata Heppy, akan membantu UMKM seperti Oniecraft untuk naik kelas menjadi UMKM unggul dan mandiri. Sehingga tetap dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan membantu kemandirian ekonomi.

"Ini sebagai implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs). Diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Heppy.

(prf/hns)