Jokowi Ungkap 6 Keuntungan UU Cipta Kerja di Forum Asia Pasifik

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2020 13:30 WIB
Layar memperlihatkan Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato yang telah direkam sebelumnya  pada Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2020). Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/HO/Kemenlu/wpa/aww.
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: ANTARA FOTO/KEMENLU
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan sejumlah keuntungan dalam Undang-undang (UU) Cipta Kerja dalam acara APEC CEO Dialogues 2020. Jokowi mengatakan, UU Cipta Kerja akan memberikan dampak signifikan bagi iklim usaha di Indonesia.

Lebih rinci, ia menyebutkan, pertama, proses perizinan dan investasi menjadi lebih sederhana dan cepat. Perizinan untuk usaha mikro tak diperlukan lagi, cukup dengan pendaftaran saja.

"Kedua, pungutan liar dan korupsi dipotong dengan cara mengintegrasikan seluruh proses perizinan ke dalam sistem perizinan elektronik melalui sistem OSS, Online Single Submission," sebut Jokowi.

Ketiga, kegiatan usaha dan investasi makin mudah karena pembentukan perseroan terbatas tidak ada lagi pembatasan modal minimum. Lalu, pengadaan tanah dan lahan bagi kepentingan umum dan investasi jadi lebih mudah.

"Keempat, berinvestasi di kawasan ekonomi khusus, kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas semakin dipermudah serta semakin menarik dengan adanya berbagai fasilitas dan insentif. Pelayanan perizinan berusaha di kawasan-kawasan tersebut akan dilakukan dalam hitungan jam, dengan fasilitas fiskal yang terintegrasi dalam sistem OSS," paparnya.

Kelima, Indonesia akan membentuk sovereign wealth fund di mana lembaga ini akan mengelola dan menempatkan dana atau aset negara secara langsung atau tidak langsung, serta melakukan kerja sama dengan pihak ketiga.

"Keenam, Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja melindungi dan meningkatkan peran pekerja dalam mendukung investasi di Indonesia, termasuk memberikan kepastian dalam pengaturan tentang upah minimum dan besaran pesangon," ujarnya.

Sebagai informasi, APEC CEO Dialogues 2020 merupakan pertemuan antara pebisnis dan pemerintah Asia Pasifik. Beberapa pimpinan negara turut meramaikan acara ini yakni Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.



Simak Video "Soal Upah Minimum di UU Ciptaker, Airlangga: Gaji Tak Akan Turun!"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)