Driver Ojol Bikin Jasa Kawal Gowes Anti Begal, Ini 3 Faktanya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2020 19:00 WIB
Jalan di area Mal Mangga Dua kembali ramai oleh motor driver ojol yang parkir di sana. Selain di pinggir jalan, tak sedikit ojol yang parkir di sisi kanan jalan
Ilustrasi/gFoto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Di tengah tren gowes yang sedang menjamur belakangan ini, ancaman kejahatan juga mengintai para pesepeda. Kini ancaman begal mulai mengintai.

Melihat kondisi tersebut, komunitas ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) menawarkan jasa pengawalan bagi para pesepeda yang mau gowes dengan aman di jalan.

Ketua Presidium Garda Igun Wicaksono menjelaskan program ini bernama Garda Kawal Gowes. Igun menjelaskan program ini berjalan melihat banyaknya aksi begal yang terjadi pada pesepeda.

"Jadi namanya Garda Kawal Gowes, alasannya membuat ini adalah kami melihat ini momentum banyaknya orang gowes, dan ini terjadi banyak ancaman begal terhadap rekan pesepeda di DKI Jakarta. Sampai menimpa perwira militer lagi kan," ungkap Igun kepada detikcom, Rabu (18/11/2020).

Seperti apa rupanya? Berikut 3 faktanya.

1. Pengawal Seharga Rp 750 Ribu per Jam

Igun menjabarkan pihaknya menawarkan paket pengawalan seharga Rp 750 ribu per jam. Paket ini terdiri dari satu tim pengawalan yang akan menjaga pesepeda saat gowes di jalan. Satu tim kawal gowes bisa mengawal maksimal 10 orang pesepeda.

Igun menjabarkan satu tim kawal gowes berisi 3 orang dengan dua sepeda motor. Mereka akan mengawal di depan belakang rombongan pesepeda.

"Jadi kita ada biaya jasa, 1 tim Rp 750 ribu itu bayarnya per jam. Jadi satu tim ini maksimal 10 sepeda, mau sendirian juga bisa. Timnya ada 3 orang pengawal, dengan dua sepeda motor, nanti kawal di depan dan belakang rombongan," urai Igun.

Selanjutnya
Halaman
1 2