Trump Larang Orang AS Investasi di 89 Perusahaan China, Apa Alasannya?

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 23 Nov 2020 12:54 WIB
President Donald Trump listens during an event on Operation Warp Speed in the Rose Garden of the White House, Friday, Nov. 13, 2020, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)
Foto: AP/Evan Vucci
Jakarta -

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diketahui telah mendata 89 perusahaan di China yang berhubungan dengan militer China. Puluhan perusahaan itu akan dilarang membeli barang dan teknologi di AS.

Dikutip dari Reuters, Senin (23/11/2020) daftar perusahaan itu disebut akan meningkatkan ketegangan perang dagang antara AS dan China. Aturan baru AS yang melarang orang AS berinvestasi di perusahaan yang mendukung militer China juga akan merugikan perusahaan AS yang sebelumnya telah menjual suku cadang dan komponen penerbangan sipil ke China.

Saat dimintai keterangan juru bicara Departemen Perdagangan AS yang mendata laporan itu, menolak berkomentar. Kementerian Luar Negeri China juga belum menanggapi berita tersebut.

Commercial Aircraft Corp of China Ltd (COMAC), yang mempelopori upaya China untuk bersaing dengan Boeing dan Airbus, ada dalam daftar puluhan perusahaan yang dilarang itu. Selain itu ada Aviation Industry Corporation of China (AVIC) dan 10 entitas terkaitnya.

Daftar tersebut termasuk dalam draf aturan yang mengidentifikasi perusahaan China dan Rusia yang dianggap AS berhubungan dengan militer China.

Trump telah menandatangani aturan atau perintah eksekutif terkait larangan untuk orang AS yang akan berinvestasi di perusahaan yang mendukung militer China sepuluh hari yang lalu. Saat itu disebutkan aturan ini berlaku untuk 31 perusahaan China yang diduga membantu pengembangan dan modernisasi militer China. Trump menilai hal ini juga bisa mengancam keamanan negara.

Pengacara Perdagangan Washington Kevin Wolf mengatakan aturan dan daftar larangan investasi dari AS masih dapat dimodifikasi. Selain itu, karena masa jabatan Trump akan habis untuk memberlakukannya di bawah pemerintahan Trump perlu dikirim ke Federal Register, publikasi resmi AS untuk aturan pada pertengahan Desember.

Dalam draf aturan itu, Departemen Perdagangan AS mengatakan dalam mengontrol aliran ekspor teknologi AS ke perusahaan China dilakukan untuk melindungi kepentingan keamanan nasional AS.

Selain 89 daftar perusahaan China, rancangan aturan itu juga menunjuk 28 entitas Rusia, termasuk Irkut, yang juga bertujuan untuk masuk ke pasar Boeing dengan pengembangan pesawat jet MC-21.

(zlf/zlf)

Tag Terpopuler