Sindiran Balik Sri Mulyani ke Rizal Ramli soal Pengemis Utang

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 06:45 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hingga pihak Kantor Staf Presiden (KSP) buka suara terkait pedasnya kritikan Rizal Ramli soal utang pemerintah.

Ekonom senior itu kembali mengkritik utang pemerintah mulai sari bunganya yang mahal, hingga strategi pemerintah dalam mengelola utang. Dia menyebut strategi pemerintah 'pengemis utang bilateral'.

Hal itu diungkapkannya melalui akun Twitter pribadinya, @RamliRizal. Tidak tinggal diam, Sri Mulyani dan pihak KSP pun buka suara terkait hal tersebut.

Sri Mulyani mengungkapkan akhir-akhir ini ada orang yang suka membicarakan utang pemerintah. Dirinya pun meminta para pejabat eselon I Kementerian Keuangan untuk menjelaskan ke publik mengenai kondisi utang pemerintah.

Dia meminta khususnya kepada Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman untuk memberikan informasi seminggu sekali mengenai kondisi utang pemerintah.

"Ada orang hari-hari ini suka bicara masalah utang, sampaikan saja bahwa di Perpres 72 waktu anggaran APBN 2020 dengan estimasi defisit sekian, itu pembiayaannya adalah dari SBN, pinjaman, ada yang bilateral maupun multilateral," kata Sri Mulyani dalam video conference tentang APBN KiTa edisi November, Senin (23/11/2020).

Dalam pernyataan mengenai utang pemerintah, Sri Mulyani tidak menyinggung nama yang mempermasalahkan soal utang pemerintah tersebut.

"Jadi waktu kita sedang menjalankan Perpres jangan kemudian muncul reaksi-reaksi, seolah-olah kita seperti orang yang belum punya rencana. Itu kan semuanya isu dari Perpres 72 sudah diomongkan, sudah disampaikan ke publik," jelas Sri Mulyani.

Selanjutnya
Halaman
1 2