Luhut Ungkap Bank Dunia Kucurkan Rp 5 T ke RI, Buat Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 25 Nov 2020 16:22 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan Bank Dunia alias World Bank memberikan dana kepada Indonesia sebesar US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,6 triliun (kurs Rp 14.100).

Hal itu menurutnya akan digunakan untuk melakukan program restorasi gambut di Indonesia. Totalnya ada 650 ribu hektare tanah dalam empat tahun ke depan.

"Saat ini kami sedang memiliki program restorasi mangrove ratusan ribu hektare. Totalnya 650 ribu hektare dalam empat tahun ke depan. Bank dunia apresiasi hal ini, maka mereka setuju memberikan US$ 400 juta untuk program ini," ujar Luhut dalam webinar EBTKE Conex 2020, Rabu (25/11/2020).

Menurutnya, saat ini pemerintah melakukan restorasi mangrove bukan hanya demi menyelamatkan lingkungan saja. Namun, untuk mengejar jumlah kredit karbon yang bisa diperjualbelikan di dunia.

Dari catatan detikcom, kredit karbon adalah perdagangan emisi antar negara. Sebuah negara yang emisi karbonnya rendah bisa menjual porsi emisi yang belum digunakan ke negara lain.

Negara pembelinya adalah mereka yang tingkat emisinya melebihi rata-rata. Indonesia sendiri masih dinilai sebagai negara dengan emisi rendah dan memiliki cadangan kredit karbon yang banyak.

Luhut mengatakan jumlah potensi cadangan kredit karbon Indonesia mencapai 75-80% dari yang ada di dunia.

"Negara-negara maju sudah mulai meratifikasi Perjanjian Paris untuk perdagangan emisi karbon. Dengan penetapan harga karbon harus kita promote juga bahwa Indonesia memiliki 75-80% kredit karbon dunia," ujar Luhut.

"Itu berasal dari mangrove, lahan gambut, hingga terumbu karang," tambahnya.

(ara/ara)