KPPU Terus Usut Praktik Monopoli Ekspor Benih Lobster

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 26 Nov 2020 07:44 WIB
KPPU
KPPU/Foto: Herdi Alif Al Hikam detikcom
Jakarta -

Kegiatan ekspor benih lobster kian menjadi sorotan. Setelah Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo merestui bisnis tersebut, banyak persoalan yang mengekor.

Edhy resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya ia ditangkap terkait ekspor benih lobster..

Sebelum KPK, ekspor benih lobster ini juga masuk pemeriksaan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Lembaga itu mengendus adanya praktik monopoli pada proses pengiriman benih lobster ke luar negeri, tepatnya di bisnis logistik atau forwarding.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur mengatakan, saat ini KPPU masih dalam proses penelitian pada pelaku usaha yang diduga terkait.
Deswin menerangkan, kasus yang diteliti KPPU dan KPK memang memiliki sudut pandang yang berbeda. Namun, KPPU kemungkinan besar akan bekerja sama dengan KPK terkait penggalian informasi dari praktik ekspor benih lobster ini.

"Memang angle-nya berbeda tapi bisa jadi terkait. Kalau KPK arahnya ke pemberian izin kepada eksportir, kalau kami ke masalah monopolisasinya. Dalam proses bisa jadi itu saling terkait dan mempengaruhi. Tapi tentunya sudut pandang kami berbeda. Dan KPPU dan KPK itu punya MoU. Jadi tidak tertutup kemungkinan kita akan menggali informasi dari KPK," kata Deswin kepada detikcom, Rabu (25/11/2020).

KPPU pernah panggil KKP soal dugaan ekspor benih lobster. Klik halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3