Miris! Ekonomi Inggris Diproyeksi Minus 11% Tahun Ini

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 26 Nov 2020 12:08 WIB
The union flag flies over the Houses of Parliament in Westminster, in central London, Britain June 24, 2016.     REUTERS/Phil Noble
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Phil Noble
Jakarta -

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak memprediksi jumlah pengangguran Inggris melonjak menjadi 2,6 juta orang pada pertengahan 2021. Ekonomi Inggris juga diperkirakan minus 11,3% tahun ini.

Penurunan ekonomi ini terbesar selama lebih dari 300 tahun. Ekonomi Inggris diprediksi akan tumbuh sebesar 5,5% tahun depan dan 6,6% pada tahun 2022.

"Bahkan dengan pertumbuhan kembali, output ekonomi kita diperkirakan tidak akan kembali ke tingkat sebelum krisis sampai kuartal IV-2022. Dan kerusakan ekonomi kemungkinan besar akan berlangsung lama," jelas Sunak, dikutip dari BBC, Kamis (26/11/2020).

Jumlah pengangguran Inggris saat ini 1,62 juta orang, angka itu meningkat 300 ribu orang sejak tahun lalu. Untuk keluar dari krisis pandemi COVID-19 Inggris diprediksi akan menghabiskan uang sebesar 280 miliar poundsterling tahun ini.

Sunak mengungkap sebagian besar pekerja sektor publik gajinya tidak akan naik, sementara perawat, dokter, dan staf NHS akan mendapatkan kenaikan gaji. Selain itu, pengeluaran untuk bantuan luar negeri akan turun menjadi 0,5% pada 2021-2022 dari 0,7% yang saat ini ditetapkan dalam undang-undang.

Dalam berupaya menanggulangi COVID-19, pemerintah telah menghabiskan banyak uang. Pemerintah Inggris pun berencana meminjam uang 394 miliar poundsterling. Sedangkan tahun depan akan meminjam 164 miliar poundsterling dan 105 miliar poundsterling pada 2022-2023.

Sebagai informasi, angka pengangguran Inggris terakhir kali mencapai 2,6 juta pada Mei hingga Juli 2012. Jumlahnya melebihi 3 juta di tahun 1983 hingga 1987 dan selama beberapa bulan pada awal tahun 1993.

(ara/ara)