Kemendag Mau RI Jajaki Ekspor Produk Digital, Apa Tuh?

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 26 Nov 2020 19:45 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) membawa dampak negatif di berbagai sektor usaha di Indonesia. Di sisi lain, muncul banyak ide baru untuk pengembangan usaha, salah satunya adalah produk digital yang sedang dikembangkan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Wakil Menteri Perdagangan (Wamedag) Jerry Sambuaga mengatakan pandemi COVID-19 membuat banyak bidang usaha beralih dari konvensional ke digital atau secara online, sehingga membuka peluang baru berupa potensi pasar digital.

"Saat ini ekspor perdagangan luar negeri kita masih didominasi sektor migas dan non migas. Namun dengan adanya perubahan perilaku konsumen, membuka peluang bagi kita untuk menjajaki ekspor dalam bentuk produk digital," ujar Jerry dalam keterangan resmi yang dikutip detikcom, Kamis (26/11/2020).

Jerry menyebut produk digital yang sedang dijajaki untuk bisa dikembangkan dan diekspor adalah game online. Indonesia dinilai memiliki banyak creator game online yang 100% merupakan karya anak bangsa.

"Korea selatan, pendapatan utamanya bukan dari K-POP tapi dari game online. Dengan berjualan game online bisa menghasilkan puluhan juta dolar. Kita tinggal mendorong agar hal itu bisa kita lakukan," ucapnya.

Saat ini pihaknya mengidentifikasi ada empat peluang yang bisa dimanfaatkan di tengah pandemi COVID-19 yakni adanya pertumbuhan nilai perdagangan produk potensial baru, relokasi pusat industri dan investasi global, pemanfaatan potensi pasar kawasan potensial dan transformasi digital, serta perkembangan teknologi yang kian masif.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi PT Angkasa Pura Logistik Akhmad Munir yakin bisnis logistik tidak akan banyak terimbas pandemi COVID-19. Selama masih ada kehidupan, kata dia, kegiatan pengiriman barang tidak akan terhenti terlebih saat ini pihaknya sudah mengembangkan sistem perlogistikan terpadu dengan bantuan alat IT yang komprehensif.

"Jadi tidak hanya bagaimana menconecting dan mendistribusikan barang, tapi konsumen juga bisa melihat dimana posisi barangnya. Ini adalah peluang bisnis. Fitur pendukung usaha logistik juga masih terbuka lebar," kata Akhmad Munir.

(zlf/zlf)