Bukti Luhut 'Menteri Segalanya' hingga 3 Kali Rangkap Tugas

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2020 08:34 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Predikat menteri segala bidang atau 'menteri segalanya' melekat erat pada sosok Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Namun, tampaknya hal tersebut bukan kabar burung saja.

Sebab, Luhut tercatat tiga kali merangkap tugas menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam catatan detikcom, Luhut pernah menjadi pejabat sementara Menteri ESDM di tahun 2016. Ia menggantikan sementara Arcandra Tahar yang diberhentikan dengan hormat.

"Menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Menko Kemaritiman sebagai penanggung jawab Menteri ESDM sampai diangkatnya menteri definitif," jelas Mensesneg Pratikno dalam jumpa pers di Istana Negara Jakarta, 15 Agustus 2016.

Pratikno juga menyampaikan kalau pengumumannya tersebut diharapkan diketahui masyarakat luas. Arcandra kala itu diberhentikan karena memiliki dua kewarganegaraan. Dia diketahui berpaspor AS.

Kemudian, Luhut juga pernah menjalankan tugas sebagai Menteri Perhubungan sementara. Lantaran, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat positif Corona.

"Perlu kami sampaikan juga, tugas-tugas Kemenhub sangat berat sekarang ini. Presiden sudah menugaskan-mengangkat Menteri Perhubungan ad interim, yaitu menko yang mengkoordinatori, yaitu Menko Maritim dan Investasi sebagai Menteri Perhubungan ad interim," kata Pratikno di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3/2020).

Langkah penggantian dilakukan agar fungsi Kementerian Perhubungan tetap berjalan. Pratikno berharap masalah virus Corona dapat segara tertangani dengan cepat.

"Jadi ini juga fungsi-fungsi kementerian tidak akan terganggu. Jadi sekali lagi, semoga masalah COVID ini dapat tertangani dengan baik dan Pak Presiden sudah membentuk satgas yang terus secara cepat bertindak," ujar Pratikno.

Terbaru, Luhut dipercaya Jokowi untuk menjalankan tugas Menteri Kelautan dan Perikanan. Sebab, Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait ekspor benih lobster oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu dibenarkan Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Agung Tri Prasetyo saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (26/11/2020).

"Betul, Menkomarves ditunjuk presiden sebagai Menkp ad interim sejak 25/11," katanya dalam pesan singkat.

Selanjutnya
Halaman
1 2