Pengangguran di Inggris Diprediksi Melonjak Jadi 2,6 Juta di 2021

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2020 12:29 WIB
The union flag flies over the Houses of Parliament in Westminster, in central London, Britain June 24, 2016.     REUTERS/Phil Noble
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Phil Noble
Jakarta -

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak memprediksi jumlah pengangguran di Inggris akan melonjak menjadi 2,6 juta pada pertengahan 2021.

Dikutip dari BBC, Jumat (27/11/2020), dia mengatakan darurat ekonomi akibat pandemi COVID-19 baru dimulai. Pemerintah Inggris pun berencana mencari utang sebesar 394 miliar poundsterling. Utang itu menjadi pinjaman terbesar sepanjang sejarah Inggris.

Jumlah pengangguran terakhir tercatat 1,62 juta orang. Angka itu naik 300 orang dari tahun lalu. Sunak memprediksi Inggris akan menghabiskan sekitar 280 miliar poundsterling untuk menyelamatkan negara dari krisis pandemi COVID-19.

Sunak juga mengumumkan sebagian besar pekerja sektor publik tidak akan ada kenaikan gaji, sedangkan perawat, dokter, dan staf NHS lainnya mendapatkan kenaikan gaji. Selain itu, pengeluaran untuk bantuan luar negeri turun menjadi 0,5% pada 2021, dari 0,7% saat ini.

Dalam laporannya, Sunak tidak menyebutkan adanya perpanjangan kenaikan sementara 20 poundsterling di Universal Credit, tetapi ini diharapkan akan ditinjau kembali di tahun baru.

Angka pengangguran Inggris terakhir kali mencapai 2,6 juta pada Mei hingga Juli 2012. Jumlahnya melebihi tiga juta dari tahun 1983 hingga 1987 dan selama beberapa bulan pada awal tahun 1993.

Ekonomi Inggris diperkirakan minus 11,3% tahun ini. Penurunan ekonomi ini terbesar selama lebih dari 300 tahun. Ekonomi Inggris diprediksi tumbuh sebesar 5,5% pada 2021 dan 6,6% pada tahun 2022.

"Bahkan dengan pertumbuhan kembali, output ekonomi kita diperkirakan tidak akan kembali ke tingkat sebelum krisis sampai kuartal IV-2022. Dan kerusakan ekonomi kemungkinan besar akan berlangsung lama," jelas Sunak,

(ara/ara)