Jokowi Blak-blakan Soal BLT Guru Honorer dan PPPK

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 29 Nov 2020 07:27 WIB
Seorang guru sekolah dasar mengajar pelajaran agama di rumah muridnya di Kelurahan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (15/9/2020). Pembelajaran kelompok kecil di rumah siswa sekali dalam sebulan tersebut sebagai evaluasi penguasan materi pelajaran sekaligus upaya penyegaran agar siswa tidak bosan mengikuti pembelajaran jarak jauh.
Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Jakarta -

Guru honorer mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah sebesar Rp 1,8 juta. Bantuan subsidi umum (BSU) ini diberikan sebanyak Rp 600 ribu selama 3 bulan.

Presiden Jokowi menyebutkan bantuan ini diberikan agar kualitas guru di Indonesia bisa meningkat di masa pandemi ini.

Jokowi menyebut ada 1,8 juta guru dan tenaga pendidik honorer yang mendapatkan bantuan ini.

"Bantuan paket pulsa internet untuk guru dan berbagai program peningkatan kualitas guru yang disediakan pemerintah," kata dia dalam sambutan peringatan hari guru, dalam YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (28/11/2020).

Dia mengungkapkan di tengah pandemi COVID-19 guru harus berkarya dan berinovasi untuk tetap melangsungkan pelajaran secara online.

"Perubahan drastis ini tidak mudah, guru dipaksa beradaptasi dengan cepat beralih menggunakan teknologi untuk mengubah metode belajar dan bekerja sekuat tenaga agar anak didik bisa belajar dengan baik," jelasnya.

Menurut dia tantangan akibat pandemi COVID-19 ini tidak boleh menurunkan kualitas pembelajaran. Keterbatasan harus diatasi dengan kreativitas agar siswa bisa belajar dengan antusias dan termotivasi menjadi pembelajar yang mandiri.

Dia menyebutkan orang tua juga menjadi bagian penting dalam belajar mengajar ini. Pasalnya dukungan dan kasih sayang orang tua juga menjadi kunci keberhasilan proses belajar anak.