Lobster dari Semula Makanan Murahan Sampai Kini Berharga Tinggi!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 29 Nov 2020 21:45 WIB
5 Fakta Lobster yang Dulu Dianggap Makanan Orang Miskin
Foto: iStock
Jakarta -

Lobster pekan ini jadi bahan perbincangan yang ramai. Pasalnya benih-benih lobster dari Indonesia yang diekspor menyeret Edhy Prabowo yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Sebenarnya bagaimana ya kisah lobster yang kini menjadi bahan makanan yang berharga tinggi?

Mengutip businessinsider.com sebelumnya lobster hanya hewan laut yang tidak bernilai. Di Eropa hingga Amerika Utara lobster dulunya tak pernah dilirik oleh masyarakat di Massachusetts Bay Colony.

Kala itu lobster disebut mirip kecoa, karena tampilannya yang tidak menarik. Lobster juga kerap kali dijadikan pupuk sampai umpan ikan oleh penduduk asli Amerika.

Akhirnya lobster memiliki reputasi rendahan, dia menjadi makanan untuk orang miskin, narapidana, pekerja magang hingga budak.

Namun semuanya berubah pada pertengahan 1800an. Lobster naik kelas dan menjadi makanan kaleng hingga santapan di kereta api.

Kemudian lobster segar juga mulai dijual di New England. Restoran juga mulai menyajikan makanan berbahan lobster. Berbagai jenis masakan mulai dari lobster rebus dan cara memasak lainnya lobster mulai menjadi komoditas. Harganya juga mulai mahal.

Pada perang dunia kedua, lobster juga dianggap sebagai makanan lezat. Karena status barunya itu, lobster tak lagi diberikan untuk tentara yang sedang berperang. Lobster mulai diminati oleh orang di wilayah tersebut.

Orang-orang mulai membeli lobster akibat pertumbuhan ekonomi yang pesat paska perang. Namun pembelian lobster juga sempat menurun dan kemudian pulih dengan cepat.

Pada 1950-1969 lobster yang dikonsumsi per orangan mulai naik menjadi 1 pon dari sebeumnya 0,5 pon. Kemudian harga lobster mulai melambung dan menyebabkan inflasi di AS.

Dari sinilah lobster mulai menjadi komoditas untuk penjual yang tergabung dalam industri perikanan ini.

Setiap negara yang memiliki sektor perikanan, pasti memiliki aturan tersendiri untuk penangkapan lobster. Misalnya lobster hanya boleh ditangkap dalam batas 3 mil dari wilayah mereka.

Hal ini untuk membedakan antara lobstery ang ditangkap dekat pantai atau di lepas pantai. Pasalnya lobster memiliki tampilan yang sama persis sehingga membuat bingung para nelayan.

(kil/dna)