Cuti Bersama Mau Dipangkas, Sudah Ada yang Batalkan Tiket Liburan?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 14:11 WIB
beli tiket pesawat
Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta -

Pemerintah berencana memotong libur panjang alias cuti bersama akhir tahun demi menekan kasus COVID-19. Namun, penyedia jasa transportasi jarak jauh seperti pesawat dan kereta belum menerima pembatalan tiket perjalanan.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan belum ada calon penumpang yang membatalkan tiket yang sudah dibeli karena pemerintah akan memotong cuti bersama.

"Untuk pembatalan tiket belum ada. Untuk layanan penerbangan, akan disesuaikan permintaan pasar," kata dia kepada detikcom, Senin (30/11/2020).

Hal senada diungkapkan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra bahwa belum ada penumpang yang membatalkan tiket perjalanan menggunakan Garuda Indonesia maupun Citilink.

"Belum (ada) tuh (calon penumpang yang membatalkan tiket), aman," kata dia.

Untuk angkutan kereta api, VP Public Relation PT KAI Joni Martinus juga mengatakan belum ada yang melakukan pembatalan tiket perjalanan karena rencana pemerintah memangkas cuti bersama. Hal itu berdasarkan laporan yang dia terima sejauh ini.

"Sampai dengan hari ini belum ada yang membatalkan refund tiket," tambahan.

Bagaimana di sektor perhotelan? Berlanjut di halaman berikutnya.

Sementara di sektor perhotelan, menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran banyak pelancong yang membatalkan pesanan kamar hotelnya.

"Sudah banyak juga yang laporan, kemarin di Yogyakarta misalnya. Karena isu ini udah banyak juga traveller yang melakukan cancelation," ujar Maulana kepada detikcom, Minggu (29/11/2020).

Sebagai informasi, libur panjang akhir tahun 2020 menjadi topik yang dibahas secara khusus dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi meminta ada pengurangan libur panjang akhir Desember nanti.

Jokowi memberi arahan terkait libur panjang akhir tahun ini agar dibahas secara khusus. Usai rapat, Menko PMK Muhadjir Effendy memaparkan hasilnya. Muhadjir mengatakan Jokowi meminta ada pengurangan cuti bersama namun belum merinci berapa jumlah pengurangannya.

"Yang berkaitan dengan masalah libur cuti bersama akhir tahun, termasuk libur pengganti cuti bersama hari raya Idul Fitri, Bapak Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan," kata Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy seperti disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (23/11/2020).

(toy/ara)