Cuti Bersama Akhir Tahun Kayaknya Jadi Dipangkas, Intip Skenarionya di Sini

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 01 Des 2020 11:13 WIB
Kalender tahunan. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta para menterinya untuk meninjau ulang penetapan libur dan cuti bersama akhir 2020. Permintaan Jokowi didasari kekhawatiran kasus baru virus Corona (COVID-19) yang kembali tinggi.

Libur panjang akhir tahun pun diprediksi akan dipangkas banyak, atau bahkan batal. Pasalnya, di bulan November kemarin kasus baru Corona beberapa kali mencetak rekor, di mana rekor tertingginya pada hari Minggu (29/11) hingga 6.267 kasus baru.

Dilansir CNBC Indonesia, Selasa (1/12/2020). Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan telah menggelar rapat evaluasi cuti bersama akhir tahun dengan menteri-menteri terkait. Menurutnya, sudah ada beberapa opsi baru untuk cuti bersama akhir tahun.

Namun, ia enggan membeberkan opsi-opsi pengganti libur panjang akhir tahun itu. Menurutnya, keputusan rapat itu akan kembali dibahas sebelum nantinya ditetapkan Jokowi.

Dengan rencana pemangkasan libur panjang itu, maka pemerintah akan merombak Keputusan Presiden tentang Cuti Bersama Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2020 yang diteken Jokowi pada Selasa (18/8) lalu.

Dalam Keppres itu, pemerintah menggeser cuti bersama Lebaran 2020 dari bulan Mei, ke akhir tahun. Pada Keppres itu, ada cuti bersama Lebaran yang digeser dari bulan Mei menjadi 28, 29, 30, dan 31 Desember 2020 (Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis).

Maka, ASN akan memperoleh libur panjang mulai 24 Desember hingga 3 Januari 2020. Pasalnya, 24 Desember adalah cuti bersama Natal, dan esoknya yakni 25 Desember adalah Hari Raya Natalnya. Kemudian, 1 Januari adalah tanggal merah tahun baru, dan 2-3 Januari jatuh di hari Sabtu dan Minggu.

Bagaimana skenarionya? Klik halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2