Genjot Ekonomi, Pemerintah Belanja Rp 2.750 T Tahun Depan

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 01 Des 2020 19:47 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani berjalan memasuki ruangan untuk mengikuti rapat kerja tertutup dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020). Rapat itu membahas surat menteri keuangan terkait perkembangan skema burden sharing pembiayaan pemulihan ekonomi nasional. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay: Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah akan menggenjot realisasi APBN 2021 sejak awal tahun. Alasannya, vaksinasi bukan satu-satunya solusi yang membuat kondisi perekonomian membaik di tahun depan.

"Sebelum vaksin sampai di satu titik herd immunity, maka kita juga tetap harus melakukan disiplin kesehatan," kata Sri Mulyani dalam video conference, Selasa (1/12/2020).

Oleh karena itu, Sri Mulyani bilang pemerintah akan mempercepat proses pencairan APBN khususnya belanja negara yang dianggarkan Rp 2.750 triliun pada tahun 2021.

Menurut Sri Mulyani, percepatan penyerapan anggaran belanja juga sudah diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada seluruh pejabat negara baik di kementerian/lembaga (K/L) maupun pemerintah daerah pada beberapa hari yang lalu.

Anggaran yang bisa dipercepat pada awal tahun depan adalah contohnya untuk perlindungan sosial.

"Perlindungan sosial bisa dilakukan seawal mungkin. Jadi program-program perlindungan sosial akan dilakukan Januari," ujarnya.

Setelah perlindungan sosial, Sri Mulyani mengatakan proses pengadaan pun bisa dimulai lebih cepat sebelum tahun 2021. Harapannya, agar pengerjaannya bisa dimulai pada awal tahun depan.

"Kita sekarang mendukung seluruh K/L dalam persiapan pelaksanaannya. Dan tentu untuk daerah kita juga akan melakukan transfer sehingga DAK secara fisik bisa membantu pemulihan juga selain anggaran yang dilakukan K/L dari pemerintah pusat," tutur Sri Mulyani

(hek/hns)