Kaitan Food Estate Jokowi dan Proyek Pangan era Soeharto

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 03 Des 2020 15:38 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meninjau lahan pengembangan  lumbung pangan di Desa Ria-Ria, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut.
Lokasi food estate/Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa kali menjelaskan bahwa program Food Estate merupakan proyek untuk mencapai kemandirian pangan serta mengantisipasi ancaman kelaparan karena kekurangan bahan pangan di masa pandemi. Namun ternyata proyek ini juga ada kaitannya dengan proyek pangan era Orde Baru.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan pada dasarnya Jokowi memiliki mimpi agar Indonesia bisa mempunyai lahan pertanian besar dan luas seperti negara-negara di Brazil dan Argentina. Tujuannya untuk mencapai kemandirian pangan.

"Presiden membayangkan bahwa menginginkan sebuah kawasan yang luas, datar, ditunjang oleh sumber daya air, lalu curah hujan yang bagus. Presiden menggambarkan kalau nanti wilayah itu dikelola dengan model mekanisasi yang besar, nggak tanggung-tanggung, alat-alat mekanisasi yang besar. Jadi Presiden impiannya adalah membuat sebuah wilayah yang menjadi contoh," ucapnya saat berbincang dengan detikcom., Rabu (2/12/2020).

Impian itu kemudian diperkuat dengan adanya peringatan dari FAO bahwa pandemi COVID-19 berpotensi mengganggu stok pangan dunia. Sehingga akan muncul ancaman kelaparan akibat sulitnya mendapatkan stok pangan.

Namun Moeldoko juga mengakui ada hubungan antara Food Estate di era Jokowi dengan proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di era Presiden Soeharto. Proyek itu misinya mengubah 1 juta hektare (ha) lahan gambut dan rawa untuk menjadi sawah. Apa lagi saat itu proyek PLG juga digarap di lokasi yang sama yakni Kalimantan Tengah.

"Satu juta hektar yang dulu pernah digagas oleh zamannya Pak Presiden Soeharto itu sebenarnya sebagian sekarang sudah eksisting. Jadi apa yang dilakukan Pak Jokowi sekarang itu sebagian dari program 1 juta ha itu," ucapnya.

Misalnya lahan Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau, ternyata itu merupakan lokasi yang sama dari pelaksanaan proyek PLG Soeharto. Menurut Moeldoko bekas lahan dari proyek PLG yang gagal justru membuat tanah di sana semakin baik.

"Masyarakatnya saat ini berada di Pulang Pisau itu juga bagian dari program yang lama. Dengan berprosesnya waktu maka sekarang petani sudah bisa bagus lahannya, karena mungkin ditanam yang berulang-ulang sehingga tanahnya menjadi sempurna," ucapnya.

lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2