Peran Prabowo hingga TNI di Proyek Lumbung Pangan Terungkap

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 04 Des 2020 07:15 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kedua kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan) meninjau lahan yang akan dijadikan Food Estate atau lumbung pangan baru di Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). Pemerintah menyiapkan lumbung pangan nasional untuk mengantisipasi krisis pangan dunia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Ancaman kelaparan karena kekurangan pasokan pangan menjadi alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan program Food Estate. Proyek andalan untuk menjaga pasokan pangan jangka panjang ini juga bertujuan untuk mencapai kemandirian pangan.

Berbagai kementerian dilibatkan dalam proyek besar ini. Menariknya sejak awal Kementerian Pertahanan juga dilibatkan bahkan mendapatkan jatah untuk menggarap sebagian proyek ini.

Banyak pihak yang mempertanyakan peran dari kementerian yang dipimpin Prabowo Subianto itu dalam proyek lumbung pangan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun kembali buka suara untuk menjawab pertanyaan itu. Dia menjelaskan, strategi perang menjadi alasan Prabowo diikutsertakan dalam proyek ini. Menurutnya pangan merupakan bagian dari pertahanan sebuah wilayah.

"Bagaimana sebuah wilayah, pulau-pulau besar itu mampu mandiri dalam mempertahankan pulau itu, konsepnya seperti itu. Maka kita mengenal namanya kompartemenisasi, jadi masing-masing wilayah, pulau-pulau besar itu mampu menghadapi serangan apabila ada invasi dari luar," terangnya saat berbincang dengan detikcom.

"Kalau kita membuat imajinasi seperti itu maka setiap wilayah harus punya ketahanan di bidang logistiknya," tambahnya.

Mantan Panglima TNI itu menjelaskan, dalam peperangan ada yang namanya pertempuran berlarut. Artinya peperangan dalam jangka panjang. Dalam tahap peperangan itu, ketersediaan pangan menjadi kunci untuk memenangkan perang.

"Perang berlarut itu membutuhkan logistik yang banyak. Sebagai contoh seperti Irak kemarin, begitu dia tidak bisa bertahan, dia mundur saat itu dia melakukan gerilya dan disitulah perang berlarut berjalan. Bertahun-tahun dia harus menghadapi, menjaga momentum peperangan itu," ucapnya.

Dengan alasan itulah Prabowo yang memimpin Kementerian Pertahanan diikutsertakan. Menurutnya Kalimantan ataupun Sumatera sebagai pulau yang besar harus memiliki ketahanan pangan.

"Jadi pulau-pulau itu harus memiliki logistik yang kuat di dalam situasi. Nah itu kalau dikaitkan bagaimana Kementerian Pertahanan dilibatkan dalam konteks itu," tuturnya.

Menariknya lagi, TNI juga dikerahkan dalam proyek pangan ini. Lalu apa tugasnya? Baca di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2