Ekonomi AS Darurat Bantuan Stimulus Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 04 Des 2020 09:55 WIB
Jumlah kematian akibat virus Corona di Amerika Serikat terus bertambah drastis. Bahkan dalam waktu 24 jam terakhir, 4.491 kematian dilaporkan di negeri itu.
Ilustrasi/Foto: AP Photo
Jakarta -

Pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) masih lemah. Jutaan warga AS mengandalkan bantuan pemerintah, namun sejauh ini politisi gagal mencapai kesepakatan tentang tambahan keringanan fiskal.

Pemulihan ekonomi melambat karena pandemi meningkat. Klaim pengangguran masih sangat tinggi, Produk Domestik Bruto (PDB) melambat dan bisa segera berubah menjadi negatif.

Indikator nyata menunjukkan bahwa pemulihan dalam reservasi restoran, perjalanan udara, dan pemesanan hotel terpuruk karena tingginya kasus COVID-19. Jika tidak ada kesepakatan stimulus yang dicapai pada akhir tahun, jutaan orang AS akan jatuh ke dalam kemiskinan.

"Pemulihan (ekonomi) belum berhenti, tetapi akan melemah saat kita memasuki kuartal pertama (2021)," kata Kepala Ekonomi Global di Bank of America, Ethan Harris dikutip dari CNN, Jumat (4/12/2020).

Biasanya, politisi akan mendapat kecaman dari pasar keuangan. Tetapi saat ini tidak karena investor sedang merayakan terobosan vaksin COVID-19 yang bisa mencerahkan prospek 2021. Dow baru saja mencatatkan kinerja bulanan terbaiknya sejak 1987, S&P 500 berada pada rekor tertinggi.

Terlepas dari kenyataan bahwa jumlah kematian harian akibat COVID-19 mencapai rekor 2.804 dan beberapa ahli khawatir jumlahnya akan segera mendekati 4.000. Rekor tertinggi 100.226 pasien COVID-19 dirawat di rumah sakit AS.

"Pasar mati rasa terhadap angka-angka itu," kata CEO dan Kepala Strategi di Quill Intelligence, Danielle DiMartino Booth.

Di sisi lain, pembicaraan tentang stimulus telah mendapat kabar baik dalam beberapa hari terakhir. Sekelompok anggota parlemen bipartisan meluncurkan kerangka kerja US$ 908 miliar yang akan memberikan bantuan asuransi pengangguran, pinjaman usaha kecil dan dana untuk peluncuran vaksin.

Para pemimpin Demokrat telah menerima rencana bipartisan, tetapi Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell menolak paket itu dan meluncurkan versi yang lebih ramping sekitar US$ 500 miliar.

Namun tanpa tindakan Washington, program bantuan pengangguran dan jaring pengaman lainnya akan segera berakhir. Menurut The Century Foundation, sekitar 12 juta pekerja AS berisiko kehilangan tunjangan mereka.

Beberapa sektor bisnis di AS yang masih berjalan cukup baik adalah pasar perumahan karena didorong oleh tingkat suku bunga hipotek terendah. E-commerce juga berkembang pesat dengan banyak pembeli beralih ke Amazon (AMZN), Etsy (ETSY) dan situs web Walmart (WMT) dan Target (TGT).

(eds/eds)