Perajin Payung Lukis Bertahan di Tengah Pandemi Tanpa Bantuan

Achmad Syauqi - detikFinance
Sabtu, 05 Des 2020 14:15 WIB
Perajin Payung Lukis Dihantam Pandemi
Foto: Achmad Syauqi/ detikcom

Dikatakan Ngadi, sebelum ada pandemi dalam sebulan dirinya bisa mengirim 750-1.000 payung. Tapi setelah Corona datang penjualan tidak pasti.

"Sekarang bisanya cuma adang-adang (menunggu) tapi ini sudah lumayan dibanding awal COVID. Alhamdulillah kita masih bertahan," papar Ngadi.

Selama dihantam pandemi, tambah Ngadi, pengusaha tidak ada yang melakukan PHK terhadap karyawan. Sebab yang diterapkan sistem borongan.

"Di sini rata-rata borongan jadi tidak ada PHK. Kalau total perajin ada sekitar 50 orang untuk berbagai jenis payung," ujar Ngadi.

Kendala paling utama ke depan, sambung Ngadi adalah SDM. Sebab semakin sedikit anak muda yang menggeluti payung. Padahal yang ada saat ini sudah tua.

"Kami tidak banyak berharap pada pemerintah. Kendala utama kami karena payung ini punya nilai sejarah tapi SDM semakin kurang karena banyak usia tua ditambah peralatan manual," pungkas Ngadi.

Halaman

(ara/ara)