Selama 2020, KAI Kucurkan Dana CSR Rp 27 Miliar

Nurcholis Maarif - detikFinance
Selasa, 08 Des 2020 18:26 WIB
Ada yang pangling dari tampilan lokomotif PT Kereta Api Indonesia (Persero). Ya ada perubahan logo KAI.
Foto: dok Kereta Api Indonesia
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengucurkan dana Rp 27.009.422.062 untuk program Corporate Social Responsibility (CSR) di tahun 2020. Program CSR tersebut disalurkan dalam bentuk Bina Lingkungan, Program Kemitraan, dan Community Relations.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyebut dalam pelaksanaannya, CSR KAI telah mengacu ke ISO 26000 yang merupakan sebuah panduan agar penerapan CSR sudah sesuai dengan standar internasional.

"KAI secara berkelanjutan menjalankan program CSR untuk memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat," ujar Didiek dalam keterangan tertulis, Selasa (8/12/2020).

Dijelaskannya, program Bina Lingkungan KAI sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri BUMN, terdiri dari 7 sektor bantuan, yaitu bantuan korban bencana alam dan bencana non-alam, bantuan pendidikan, bantuan peningkatan kesehatan, bantuan pengembangan prasarana dan/atau sarana umum, bantuan sarana ibadah, bantuan pelestarian alam, dan bantuan sosial kemasyarakatan.

Di 2020 ini KAI sudah melakukan lebih dari 300 kegiatan Bina Lingkungan. Kegiatan tersebut di antaranya pemberian bantuan kepada para korban banjir di DKI Jakarta, bantuan kepada para difabel ke seluruh wilayah kerja KAI, bantuan sarana ibadah, serta bantuan untuk para korban bencana alam erupsi gunung merapi di Kab. Sleman dan Kab. Klaten.

Pada Program Kemitraan, sejak Januari sampai dengan November 2020, KAI telah menyalurkan bantuan kepada 2.443 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di berbagai wilayah. UMKM tersebut meliputi 7 sektor yaitu sektor Industri, perdagangan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan jasa.

Selain memberikan pembiayaan modal usaha, KAI juga melakukan pembinaan dan pelatihan oleh pakar di bidang masing-masing. Pelatihan tersebut meliputi proses produksi, pengemasan produk, pemasaran, dan sebagainya.

"Pada masa pandemi COVID-19, KAI melibatkan UMKM mitra binaan dengan memesan masker dan baju APD cover all dari mitra binaan yang selanjutnya kami serahkan ke pihak terkait untuk didistribusikan kepada masyarakat dan sejumlah rumah sakit yang membutuhkan," kata Didiek.

Adapun program Community Relations di antaranya memberikan bantuan dalam rangka sosialisasi keamanan perjalanan kereta api. Bantuan berupa sarana olahraga, ibadah, dan alat pencegahan COVID-19 diberikan kepada sekolah-sekolah, rumah ibadah, dan sebagainya yang berada di dekat rel kereta api.

Di samping itu, untuk mendukung keselamatan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang, KAI mendukung pelaksanaan sosialisasi keselamatan oleh komunitas pecinta kereta api di berbagai daerah.

"Berbagai program tersebut kami lakukan sebagai bagian dari bukti hadirnya BUMN untuk Indonesia dalam rangka pemulihan ekonomi nasional," ungkap Didiek.

Dedikasi KAI kepada bangsa melalui CSR mendapat pengakuan berupa penghargaan dari berbagai instansi. Di 2020 ini KAI mendapatkan penghargaan di bidang CSR pada 3 kegiatan penganugerahan. Pertama, Top CSR Awards 2020 dengan penghargaan sebagai Top Leader on CSR Commitment, Top CSR Award 2020 #Star 4 dan Top CSR Awards 2020.

Kedua, di Program Kesehatan sebagai CSR Brand Equity Award 2020 kategori Transportation Services dan ketiga, pada Nusantara CSR Awards 2020 kategori Peningkatan Mutu Kesehatan, Peningkatan Mutu Pendidikan, Pemimpin Penginspirasi Praktik CSR, dan Pemberdayaan Ekonomi Komunitas.

Di tahun 2021, sesuai arahan Kementerian BUMN, seluruh CSR BUMN diwajibkan untuk mendukung program Sustainable Development Goals. Untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, KAI akan melakukan pengelolaan sampah dengan pilot project di Stasiun Bandung.

KAI juga akan memberdayakan mitra CSR-nya untuk mengelola sampah tersebut. Sampah organik akan diolah menggunakan metode Black Souldier Fly (BSF) sedangkan sampah nonorganik akan diolah menjadi kreasi yang memiliki nilai ekonomi.

"Dengan adanya program ini KAI berharap tidak membebani pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah," kata Didiek.

KAI juga akan terus berinovasi dalam memajukan UMKM binaannya. UMKM-UMKM yang bergerak di bidang kuliner akan disinergikan dengan aplikasi Lokomart, aplikasi milik anak perusahaan KAI, KAI Services. Melalui inovasi ini, KAI mendorong UMKM-UMKM tersebut untuk beradaptasi dalam meningkatkan penjualan di tengah pandemi COVID-19.

"Kami berharap seluruh bantuan CSR di tahun 2020 ini dapat memberikan sumbangsih kepada masyarakat luas, terlebih dalam situasi yang cukup sulit saat ini. Ke depan kami akan tetap berkomitmen memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia," tutup Didiek.

(prf/hns)