Tak Cuma di RI, Mal-mal di AS Juga Menyerah Pada Pandemi

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 09 Des 2020 14:45 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Bulan ini pemilik mal di Amerika Serikat (AS) diprediksi akan menghadapi masa-masa sulit sebab kasus pandemi COVID-19 terus meningkat dan sejumlah negara bagian AS telah memperketat pembatasan sosial. S&P Global Market Intelligence mengatakan sejumlah pengusaha mal akan terancam tutup dalam jangka panjang.

Dikutip dari CNBC, Rabu (9/12/2020) menurut S&P Global Market Intelligence ada tujuh mal yang diprediksi makin terpuruk ke depannya, di antaranya CBL & Associates, Pennsylvania REIT, Simon Property Group, Taubman Centres, Brookfield Property REIT, Macerich dan Washington Prime Group.

Baru-baru ini keterpurukan sudah terlihat saat mal CBL & Associates dan Pennsylvania REIT telah menyatakan bangkrut. Keduanya mengajukan perlindungan Bab 11 pada 1 November lalu. Artinya, mereka mengajukan perlindungan dari kebangkrutan.

Keterpurukan sejumlah bisnis mal didorong oleh pembatasan dari sejumlah negara bagian AS. Seperti California yang baru-baru ini menerapkan lockdown baru. Chicago menyarankan warganya untuk tinggal di rumah. Kota-kota lain diharapkan mengikuti kebijakan yang sama. Kemungkinan akan ada lebih banyak penutupan mal yang akan datang.

S&P mengatakan ada beberapa risiko yang akan dihadapi tujuh pemilik bisnis mal itu, yaitu banyak ritel menyatakan kebangkrutan tahun ini, menurunkan kegiatan izin mendirikan bangunan, menurunnya pejalan kaki, ancaman arus kas, dan proporsi keseluruhan penyewa yang mengajukan pailit.

Kini lebih dari 11 ribu lokasi ritel telah ditutup sepanjang tahun ini. Jaringan department store seperti Lord & Taylor, Neiman Marcus, dan J.C. Penney dikabarkan telah menutup toko-tokonya di mal.

Saham Simon, yang memiliki kapitalisasi pasar US$ 34 miliar telah turun sekitar 39% sejak Januari. Brookfield Property, yang memiliki kapitalisasi pasar US$ 15,65 miliar, telah kehilangan 15% dari harga sahamnya selama periode yang sama.

Saham Macerich turun lebih dari 55% tahun ini, membawa kapitalisasi pasarnya menjadi US$ 1,9 miliar. Harga saham Washington Prime turun lebih dari 68% sejak Januari dan kapitalisasinya turun menjadi US$ 216 juta.

Namun, perusahaan mal Taubman sahamnya mengalami peningkatan 38% tahun ini, kenaikan itu didorong berita bahwa perusahaan akan diakuisisi oleh Simon Property. Taubman diketahui memiliki kapitalisasi pasar senilai US$ 2,65 miliar.

(zlf/zlf)