Bos Wanita Pertama Citigroup Berbagi Tips Sukses, Begini Katanya

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 09 Des 2020 16:38 WIB
Jane Fraser
Foto: Jane Fraser/CNBC
Jakarta -

Citigroup menunjuk Jane Fraser sebagai CEO pada September lalu. Kedudukan itu menjadikan Fraser sebagai wanita pertama yang memimpin salah satu dari empat bank besar di Wall Street yang juga meliputi Bank of America, JPMorgan Chase, dan Wells Fargo.

Bagi Fraser ditunjuk dirinya sebagai CEO wanita pertama dari salah satu bank besar di Wall Street merupakan prestasi besar. Fraser mengatakan prestasi itu bisa didapat oleh orang lain juga.

Menurut ibu dua anak itu, ambisi untuk bisa melakukan apapun atau mendapatkan prestasi apapun bisa dilakukan. Namun, semua itu bisa dicapai secara perlahan Menurutnya hal itu tidak boleh dilupakan oleh anak muda.

"Ada beberapa tekanan gila bagi wanita, untuk menjadi wanita super atau manusia super, dan itu tidak realistis. Setiap orang berhak dapat memiliki semuanya, tetapi jangan berharap memilikinya pada waktu yang sama," kata Fraser, dikutip dari CNBC, Rabu (9/12/2020).

"Karier Anda akan diukur dalam beberapa dekade, pastikan Anda benar-benar menikmati setiap periode hidup Anda dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Jangan mencoba dan mencapai semuanya pada saat yang sama," jelas Fraser.

Dalam karier, Fraser ada nasehat dari CEO Citi sebelumnya Vikram Pandit. Fraser mengingat bagaimana Pandit mengundangnya berbagi pengalaman. Fraser mengatakan Pandit menceritakan kariernya dengan memetakan tujuan karir dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan.

"Dia berkata Anda harus memikirkan tentang bagaimana Anda mengumpulkan pengalaman yang akan membuat Anda sukses dalam peran tersebut, bukan pengalaman yang akan membawa Anda ke peran tersebut," kata Fraser.

"Itu adalah nasihat yang mengubah saya, karena kemudian saya mulai melakukan pekerjaan yang benar-benar berbeda dan pekerjaan yang belum tentu logis menurut pemikiran kebanyakan orang," tambahnya.

Menurut wanita 53 tahun itu nasihat dari Pandit sangat membimbing untuk mulai memikirkan hal-hal apa yang akan menunjang perannya yang lebih tinggi di kemudian hari.

Fraser berharap dalam menanamkan sikap untuk tenaga kerjanya dia akan belajar dari kebijakan yang dia terapkan selama pandemi.

"Kami telah berada di tengah-tengah krisis kesehatan, dan jika kami tidak mengutamakan kesehatan dan keselamatan orang-orang kami dan memahami apa yang terjadi dalam hidup mereka, sejujurnya, saya pikir kami akan melakukan pekerjaan yang sangat buruk dalam mengelola bank. melewati krisis, "kata Fraser.

Dukungan untuk tenaga kerja selama pandemi termasuk tunjangan kesehatan dan perawatan anak, waktu istirahat tambahan, dan nonus senilai US$ 1.000 untuk karyawan terpilih yang berpenghasilan di bawah US$ 60.000 setahun.

(zlf/zlf)