Bermodal Rp 50 Ribu, Olahan Daun Ubi Ini Terkenal hingga Abu Dhabi

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 10 Des 2020 12:08 WIB
Bermodal Rp 50 Ribu, Olahan Daun Ubi Ini Terkenal hingga Abu Dhabi
Foto: Pradita Utama/detikcom
Dumai -

Kata siapa produk-produk makanan dari Indonesia tidak bisa mendunia? Inilah yang dilakukan oleh Ernawati (51) bersama 7 orang ibu-ibu di kelompoknya yang memproduksi olahan daun ubi. Tak tanggung-tanggung. kelompok emak-emak ini sukses menjual produk yang mereka buat hingga Abu Dhabi.

Ia pun mengatakan sebelum menjajal usaha olahan daun ubi ini, Ernawati adalah seorang pembantu rumah tangga yang bekerja di sebuah rumah. Kemudian Ernawati mencoba peruntungannya dalam usaha martabak dan mie ayam. Kini, ia menggantungkan nasib di usaha olahan dendeng ubi.

"Usaha saya dari tahun 2007, awalnya dari guru yang mengajari. Kemudian di kelurahan diajari oleh Dinas UMKM ada pelatihan pengemasan, pembukuan, legalitas, desain produk, intinya kami pelan-pelan dibina," ungkap Ernawati kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Ia pun mengatakan memilih daun ubi yang diolah menjadi dendeng karena keunikan produk yang ditawarkan. Ernawati pun sempat beberapa kali mengisi sebuah seminar untuk memberikan inspirasi kepada mahasiswa agar lebih kreatif.

"Ketika di Dumai expo dan ada bazaar saya juga selalu menawari ke pengunjung agar mereka tahu tentang produk ini. Produk ini ada varian pedas, manis, ori. Bisa dijadikan cemilan dan lauk bersama nasi juga enak. Bisa tahan sekitar 2 bulan jika bumbu dipisah," tuturnya.

Ernawati menjelaskan untuk satu kali produksi modal sekitar Rp 50.000 untuk jadi 100 bungkus dendeng daun ubi. Ini karena ia hanya packaging, untuk daun ubi ia memetiknya di kebun sebelah rumahnya. Usahanya pun juga bisa dikatakan melejit karena produk olahannya sudah sampai ke Abu Dhabi.

Bermodal Rp 50 Ribu, Olahan Daun Ubi Ini Terkenal hingga Abu DhabiBermodal Rp 50 Ribu, Olahan Daun Ubi Ini Terkenal hingga Abu Dhabi Foto: Pradita Utama/detikcom

"Seminggu bisa membuat 300 bungkus dan omset per bulannya rata-rata Rp 17.000.000. Cerita bisa menjual ke Abu Dhabi, awalnya saya titip di sebuah perumahan, Kemudian ada mereka (orang Abu Dhabi) yang menelepon nomor hp saya karena ada di banner. Mereka bawa produk saya untuk oleh-oleh ke Abu Dhabi. Ke Malaysia juga ada," jelas Ernawati.

Adapun langkah-langkah untuk membuat dendeng daun ubi yang ia produksi ini yaitu pertama-tama adalah merebus daunnya sampai empuk, kemudian ditiriskan dari airnya, lalu dipotong-potong. Bumbu dihaluskan yaitu ketumbar, bawang putih, bawang merah, merica dan digiling kemudian ditambah penyedap rasa. Setelah itu dimasukkan telur agar lengket dengan tepung sebagai pengikatnya agar bisa diiris tipis-tipis sebelum pembungkusan.

"Setelah adonan tercampur rata kemudian dipadatkan ke dalam loyang yang telah diberi minyak lalu dikukus sampai padat dan keras sekitar setengah jam. Didinginkan lalu dipotong-potong dikeringkan setengah hari tergantung cuaca, lalu digoreng," tandasnya.

Di masa pandemi kali ini ia pun juga tidak merasa terganggu dengan produksi yang ia jalani. Tetapi ia mengakui usaha yang ia jalani tidak akan bisa maju jika tidak ada bantuan KUR dari BRI. Kini pendapatannya yang hanya Rp 10.000.000 bisa naik hingga 2 atau 3 kali lipat.

Bermodal Rp 50 Ribu, Olahan Daun Ubi Ini Terkenal hingga Abu DhabiBermodal Rp 50 Ribu, Olahan Daun Ubi Ini Terkenal hingga Abu Dhabi Foto: Pradita Utama/detikcom

"Saya awalnya usaha kecil kemudian meminjam ke BRI. Awalnya pengen di KUR, ketika selesai pakai Kupedes, produk pinjamannya untuk jadi modal usaha. Alhamdulillah yang dari pendapatannya Rp 10.000.000 sekarang bisa sampai Rp 20.000.000-30.000.000. Di BRI itu mudah, prosesnya cepat jadi memudahkan kami," pungkas Ernawati.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com.

(akn/hns)