ADVERTISEMENT

Lewat Dana Abadi, RI Dilirik Investor Kelas Kakap AS dan Jepang

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 11 Des 2020 13:19 WIB
Ilustrasi Dolar AS
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bercerita soal pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) alias Sovereign Wealth Fund (SWF) atau yang juga lebih dikenal dana abadi. Menurutnya, pembentukan LPI langsung menarik perhatian banyak negara besar.

Buktinya sudah ada Amerika Serikat dan Jepang yang sudah berkomitmen untuk investasi miliaran dolar ke LPI. Airlangga menjelaskan, sejumlah investor kelas kakap dunia mulai menaruh uangnya di SWF Indonesia. Seperti lembaga International Development Finance Corporation (IDFC) dari Negeri Paman Sam yang berminat menyuntikkan modal dengan total investasi mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28,2 triliun (dalam kurs Rp 14.100).

Sementara itu, Jepang melalui Japan Bank of International Cooperation (JBIC) berminat untuk memberikan investasi sebesar US$ 4 miliar atau sekitar Rp 56,4 triliun.

"Di akhir November lalu dari AS IDFC menandatangani minat untuk investasikan US$ 2 miliar untuk LPI, dan Jepang lewat JBIC juga berminat berikan komitmen investasi US$ 4 miliar dalam LPI," ujar Airlangga dalam sebuah webinar, Jumat (11/12/2020).

Airlangga mengatakan kini pemerintah sedang melakukan penyusunan untuk rancangan Peraturan Pemerintah alias RPP untuk LPI. Menurutnya lembaga ini nantinya akan mengelola investasi dari luar dan dalam negeri.

Dengan lembaga ini Airlangga berharap bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap dana pinjaman jangka pendek karena LPI bisa menyediakan anggaran pembiayaan kebutuhan pemerintah.

"Kami telah merumuskan RPP Lembaga Pengelola Investasi sebagai salah satu solusi di mana pengelola dana investasi akan mengelola dana dari luar dan dalam negeri sebagai sumber pembiayaan. Ini bisa mengurangi ketergantungan kepada dana jangka pendek," ujar Airlangga.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT