UGM Bikin Alat Deteksi Corona via Embusan Napas, Sudah Sampai Mana?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 11 Des 2020 15:28 WIB
Illustrative picture of covid-19 coronavirus vaccine vial
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Menteri Ristek dan Teknologi Bambang Brodjonegoro memamerkan penemuan canggih dari para peneliti Indonesia. Salah satunya adalah GeNose, alat pendeteksi virus Corona dengan embusan napas.

Penemuan ini ditemukan oleh para peneliti Universitas Gajah Mada (UGM). Bambang menjelaskan alat ini pun cukup cepat untuk mendeteksi virus Corona, menurutnya waktu tes yang dibutuhkan cuma 3 menit.

Bila dibandingkan rapid dan swab test pun, menurut Bambang akurasi GeNose sudah mencapai 90% lebih, hasil dari validasi di beberapa rumah sakit.

"Waktu pemeriksaan mereka ini pun cepat, saya coba sendiri itu hasilnya bisa di bawah 3 menit. Tingkat akurasinya dari validasi di beberapa rumah sakit itu di atas 90% akurasinya," ujar Bambang dalam sebuah webinar, Jumat (11/12/2020).

Dia mengatakan alat ini sebetulnya sudah siap diproduksi masal, hanya saja hingga kini masih ada satu laporan yang harus diselesaikan ke Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan izin edar. Apabila hal itu sudah diurus, alat ini siap untuk diproduksi massal.

"Pada dasarnya, alat ini sudah siap semua. Siap juga diproduksi massal dan dipakai. Cuma dari pembicaraan terakhir dengan para pengembang di UGM, mereka bilang masih ada satu final report yang harus di-submit ke Kemenkes untuk dapat izin edar," jelas Bambang.

Apabila GeNose sudah bisa diedarkan Bambang menilai alat ini akan segera menggantikan fungsi rapid dan swab test. Alat ini bisa digunakan di tempat yang ramai, misalnya kantor, simpul transportasi, ataupun di pintu masuk suatu acara.

"Artinya, kalau untuk kantor, bandara, terminal, stasiun kereta api, atau event yang undang orang banyak, keberadaan alat ini bisa melakukan seleksi. Jadi orang yang ada di situ, tidak perlu khawatir berada dalam tempat beresiko, karena ada alat pendeteksi yang baik," kata Bambang.

"Ini diharapkan jadi alternatif rapid dan swab," tegasnya.

(eds/eds)