Electronic Arts Beli Perusahaan Video Games Inggris Rp 16 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 15 Des 2020 11:39 WIB
LOS ANGELES, CA - JUNE 15:  Electronic Arts Chief Executive Officer Andrew Wilson speaks during the Electronic Arts E3 press conference at the LA Sports Arena on June 15, 2015 in Los Angeles, California. The EA press conference is held in conjunction with the annual Electronic Entertainment Expo (E3) which focuses on gaming systems and interactive entertainment, featuring introductions to new products and technologies.  (Photo by Christian Petersen/Getty Images)
Electronic Arts Chief Executive Officer Andrew Wilson/Foto: Gettyimages
Jakarta -

Pemilik video game The Sims dan FIFA, Electronic Arts (EA) mengakuisisi perusahaan video games balap asal Inggris Codemasters US$ 1,2 miliar atau Rp 16,9 triliun (kurs Rp 14.100).

EA akan membayar US$ 8,10 per saham untuk perusahaan pemilik games Formula Satu dan DIRT. Pembayaran itu diperkirakan 14% lebih tinggi dari penawaran saham perusahaan video games asal Amerika Serikat, Take-Two Interactive Software.

Codemasters awalnya setuju untuk dibeli oleh Take-Two tetapi dewan direksi perusahaan telah membatalkan rekomendasi tersebut dan mendukung tawaran EA. Kesepakatan EA diharapkan terjadi pada kuartal I-2021.

CEO EA Andrew Wilson mengatakan EA telah mengagumi bakat kreatif dan permainan Codemasters selama bertahun-tahun. Dia mengungkap perusahaannya percaya kesepakatan itu bisa mendorong EA dan Codemasters dalam berkolaborasi membuat games balap baru.

"Kami percaya ada peluang yang sangat menarik dalam menyatukan Codemasters dan EA untuk menciptakan game balap baru yang luar biasa dan inovatif untuk para penggemar. Industri terus berkembang, kategori balap juga akan berkembang," jelasnya, dikutip dari CNN, Selasa (15/12/2020).

Saham Codemasters pun meningkat lebih dari 20% menjadi US$ 8,61 di London. Transaksi dengan EA menjadi tanda sejumlah investor mengharapkan imbalan yang setimpal.

Sejak pandemi COVID-19 melanda dunia, penjualan video games telah meningkat karena orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah aja. Tahun ini tercatat makin banyak orang yang menjadi gamer dan semakin banyak orang mulai menonton gamer di layanan seperti Twitch Amazon (AMZN).

Selain itu tren di rumah aja juga menguntungkan perusahaan teknologi yang menawarkan layanan digital dan belanja online.

(ara/ara)