Facebook hingga Google Terancam Denda di Uni Eropa, Kok Bisa?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 15 Des 2020 21:45 WIB
Bagaimana Jika Facebook Terpaksa Menjual Instagram dan WhatsApp?
Foto: DW (SoftNews)
Jakarta -

Unit Amazon, Apple, Facebook, Alphabet (induk perusahaan Google) dan perusahaan teknologi lainnya terancam kena denda besar-besaran dari Uni Eropa (UE). Pasalnya, negara tersebut berupaya membatasi kekuatan pasar mereka.

UE menghadirkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang membatasi kekuatan pasar teknologi raksasa Amerika Serikat (AS) untuk menjamin kondisi pasar online yang lebih adil dan menghadirkan peluang yang lebih baik terutama untuk usaha kecil.

Komisioner Persaingan Usaha Eropa Margrethe Vestager dan Komisioner Pasar Internal UE Thierry Breton akan mempresentasikan peraturan tersebut. Aturan ini tidak hanya untuk mengendalikan raksasa teknologi, tetapi juga untuk mencegah munculnya perusahaan dominan yang anti-persaingan.

Dikutip dari Reuters, Selasa (15/12/2020), satu set aturan yang disebut Digital Markets Act menyerukan denda hingga 10% dari omzet tahunan jika ditemukan melanggar aturan.

Dalam aturan ditetapkan daftar larangan yang akan diklasifikasikan sesuai dengan kriteria seperti jumlah pengguna, pendapatan dan jumlah pasar tempat mereka aktif.

Rangkaian aturan kedua yang dikenal sebagai Digital Services Act juga menargetkan platform online yang sangat besar seperti yang memiliki lebih dari 45 juta pengguna.

Perusahaan juga harus menunjukkan detail iklan politik di platform mereka dan parameter yang digunakan oleh algoritme mereka untuk menyarankan dan memberi peringkat informasi.

Rancangan aturan perlu selaras dengan tuntutan negara-negara UE dan anggota parlemen UE, beberapa di antaranya telah mendorong undang-undang yang lebih ketat. Sementara yang lain khawatir tentang jangkauan peraturan yang berlebihan dan dampaknya pada inovasi.

(dna/dna)