Begini Sejarah Hubungan RI-Israel yang Dikabarkan Mau Berkongsi

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 16 Des 2020 13:08 WIB
Israel dan Bahrain Sepakati Pembukaan Kedutaan dan Visa Kunjungan Online
Ilustrasi/Foto: DW (News)

Hubungan militer dan intelijen pun dibuka lewat jalur tidak resmi. Pejabat militer Indonesia dan Israel diyakini merintis negosiasi transfer alutsista militer dan intelijen kelompok teroris Komunis global pada tahun 1971.

Setahun kemudian, tepatnya pada November 1972, militer Indonesia membeli sejumlah radar kontra baterai untuk akurasi artileri dari BUMN Israel, Israel Military Industries. Pada tahun-tahun selanjutnya, militer Indonesia bolak-balik dikirim ke Israel untuk belajar dan berlatih bersama pasukan mereka.

Dilaporkan The Times Of Israel, pada tahun 2012, Indonesia sempat sepakat menaikkan status hubungannya dengan Israel dan membuka konsulat di Kota Ramallah yang dipimpin seorang diplomat sederajat duta besar.

Diplomat tersebut juga bertugas secara tidak resmi sebagai perwakilan Indonesia saat membina hubungan dengan Israel. Namun, karena permasalahan politik di kedua negara, perjanjian ini tidak pernah terwujud dan sampai sekarang tidak ada perwakilan Indonesia di Israel atau Otoritas Palestina.

Meskipun begitu, beberapa tahun sebelumnya, pada 2005, pemerintah Indonesia sempat mengatakan bahwa hubungan diplomatik penuh dengan Israel hanya akan terwujud apabila perdamaian sudah tercapai antara Israel dan Palestina.

Tahun 2016, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung normalisasi hubungan dengan Indonesia. Ia melihat banyak kesempatan kerja sama bilateral dan mengatakan bahwa alasan yang menghambat hubungan ini sudah tidak relevan lagi.

Tetapi syarat dari Indonesia mengenai kemerdekaan Palestina belum juga terwujud, maka RI menolak normalisasi antara kedua negara.

Meski begitu, sebelum tahun 2018, warga negara Indonesia masih dapat bepergian ke Israel. WNI yang ingin berziarah ke Israel bisa mendapatkan visa wisata untuk perjalanan kelompok melalui agen perjalanan. Namun sejak 9 Juni 2018, Israel melarang pemegang paspor Indonesia memasuki negara tersebut.

Halaman

(hek/ara)