Mau Lolos Wawancara Kerja? Jangan Ucapkan 6 Kalimat Ini

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 16 Des 2020 14:49 WIB
wawancara kerja
Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis
Jakarta -

Saat wawancara kerja, kalimat yang kita katakan akan menentukan apakah kita diterima atau tidak di perusahaan itu. Maka penting untuk mengendalikan jawaban dan pertanyaan saat tahap wawancara.

Mengutip dari CNBC, Rabu (16/12/2020) berikut ini ada enam kalimat yang harus dihindari jika Anda ingin lolos tahap wawancara.

1. 'Saya seorang penuh dengan motivasi.'

Dominan calon karyawan melontarkan kalimat itu saat ditanya perihal bagaimana tingkat profesional atau karakteristik pada diri mereka. Menurut pakar pekerjaan itu jawaban yang berlebihan.

Tanggapan yang lebih tepat "Saya tidak takut untuk memimpin proyek, dan saya dapat melakukan pekerjaan dengan sedikit panduan atau arahan." Jangan lupa sertakan contoh pekerjaan yang telah berhasil Anda kerjakan.

2. 'Dalam lima tahun, saya berharap bisa naik di posisi atasan.'

Jangan mengira calon bos Anda akan tersanjung dengan jawaban ini, mereka hanya akan menganggapnya hal itu pikiran dan jawaban yang sembrono.

Sebaiknya, uraikan cara-cara Anda meningkatkan kinerja di organisasi. Mulailah dengan posisi yang Anda ajukan saat itu dan jelaskan beberapa keterampilan utama yang diperlukan untuk pekerjaan itu.

Selanjutnya, jelaskan bagaimana Anda dapat mengembangkan keterampilan Anda. Ini menunjukkan bahwa Anda tidak hanya peduli dengan kemajuan karier Anda, tetapi Anda juga akan berdedikasi untuk membantu perusahaan dalam jangka panjang.

3. 'Saya tidak suka bos saya sebelumnya.'

Jangan pernah berbicara buruk tentang mantan bos Anda saat wawancara kerja, ketika Anda ditanya mengapa keluar dari perusahaan sebelumnya. Calon bos tidak peduli seberapa buruk pengalaman yang Anda miliki sebelumnya.

Sebaiknya mengatakan bahwa Anda ingin meningkatkan dan mencari pengalaman baru. Atau bisa mengatakan Anda ingin keluar dari zona nyaman dan mencari tantangan baru. Ada baiknya juga untuk menyebutkan setidaknya satu hal yang Anda pelajari dari pekerjaan sebelumnya yang dapat membantu Anda berhasil dalam peran di perusahaan baru.

4. 'Kelemahan terbesar saya adalah saya perfeksionis.'

Jawaban ini pada dasarnya adalah cara lain untuk mengatakan "Saya terlalu lemah untuk mengakui kelemahan saya". Jangan memberikan jawaban ini jika diminta untuk menilai apa kekurangan Anda. Sebaiknya Anda mempersiapkan ini dengan bertanya dengan mantan bos atau rekan kerja lama.

Setelah tahu, Anda harus jujur tentang apa yang perlu Anda perbaiki, memberikan beberapa contoh, dan kemudian mendiskusikan bagaimana Anda berencana untuk mengatasi kelemahan tersebut.

5. 'Bisakah Anda ceritakan lebih banyak tentang perusahaan Anda?'

Jangan sekali-kali melontarkan pertanyaan ini jika dipersilahkan untuk mengajukan pertanyaan kepada perusahaan. Selain kalimat itu kalimat lain yang haram dilontarkan yakni "Apa tujuan utama perusahaan Anda?" Atau "Apa yang dilakukan perusahaan Anda?"

Seharusnya Anda sudah riset terlebih dahulu bagaimana latar belakang perusahaan yang Anda datangi, bagaimana visi misinya, sejarah dan bergerak di sektor apa. Semua itu biasanya ada di website resmi perusahaan. Ketidaktahuan calon karyawan soal perusahaan yang didatangi akan membawa kesan buruk.

6. 'Apa saja keuntungan saat menjadi karyawan di sini?'

Ini merupakan pertanyaan yang tidak bijaksana sebab calon bos atau HRD perusahaan akan mempertanyakan apa niat calon pelamar untuk menjadi karyawan di perusahaannya.

Beberapa wawancara kerja pertama dimaksudkan untuk menentukan apakah Anda lolos ke tahap selanjutnya untuk posisi yang ditawarkan. Jadi topik yang melibatkan keuntungan saat menjadi karyawan tidak relevan diajukan.

(fdl/fdl)