3 Tahun Diresmikan Jokowi, Seperti Apa Ekonomi di PLBN Motamasin?

Inkana Putri - detikFinance
Jumat, 18 Des 2020 14:42 WIB
PLBN Motamasin
Foto: Inkana Putri/detikcom
Malaka -

Berkunjung ke Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, belum lengkap rasanya jika tak mengunjung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin. Pos yang menjadi pintu gerbang antara Indonesia dan Timor Leste ini memang menjadi bangunan termegah di Malaka.

Terletak di Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, PLBN Motamasin telah diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 2017. Bukan hanya menjadi ikon Kabupaten Malaka, menurut Kepala Sub Bidang Administrasi Umum PLBN Motamasin, Puspitorini mengatakan hadirnya PLBN Motamasin membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Untuk dampak secara ekonomi masyarakat sekitaran PLBN sudah cukup terdampak karena ada beberapa yang mendapat pekerjaan, baik sebagai tenaga pendukung atau staff. Dan untuk masyarakat sekitar juga banyak yang membuka usaha baru seperti kios di sekitar PLBN," ujarnya kepada detikFinance belum lama ini.

Geliat ekonomi ini pun diakui oleh pemilik usaha pertanian di Kobalima, Anonsiatus Marianus Riwu (23). Ia mengatakan PLBN Motamasin membuat masyarakat jadi semakin mudah menjual hasil pertanian dan kebun.

Sementara sebelum ada PLBN Motamasin, Anonsiatus menyebut kondisi jalan masih cukup memprihatinkan dan sulit untuk diakses kendaraan bermotor. Namun sejak Presiden Jokowi membangun jalan Sabuk Merah dari Belu hingga Malaka, kini akses jalan pun kian membaik.

"Dengan adanya akses jalan ini, masyarakat Kobalima sudah lebih mudah untuk jual hasil bumi. PLBN sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat di sini, khususnya ekonomi. Apalagi PLBN buka banyak lowongan untuk masyarakat sekitar. Dan untuk tenaga security dan cleaning service wajib diambil dari masyarakat Kobalima," ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Roni menyampaikan PLBN Motamasin juga dibangun untuk memacu perekonomian masyarakat melalui border tourism. PLBN Motamasin menghadirkan pasar perbatasan sehingga masyarakat sekitar bisa menjual hasil usahanya ke masyarakat Timor Leste.

"Mereka (orang Timor Leste) biasanya datang, tapi hanya belanja saja. Ada kebijakan dari Indonesia mereka belanja free bea jika belanja US$ 100, jika lebih dari itu dikenakan biaya. Di sini yang sistemnya termasuk dalam PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak), dan untuk pembukaan kemarin masih kita gratiskan untuk uji coba," katanya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya sudah menyelesaikan pembangunan dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapun kedua PLBN tersebut adalah Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi NTT dan Motamasin di Kabupaten Malaka Provinsi NTT. Di NTT sendiri ada tiga PLBN yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, yaitu PLBN Motaain di Kabupaten Belu Provinsi NTT Yyang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Serta dua PLBN lagi, yaitu Motamasin dan Wini yang menunggu waktu untuk diresmikan langsung oleh Jokowi.Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya sudah menyelesaikan pembangunan dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapun kedua PLBN tersebut adalah Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi NTT dan Motamasin di Kabupaten Malaka Provinsi NTT. Di NTT sendiri ada tiga PLBN yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, yaitu PLBN Motaain di Kabupaten Belu Provinsi NTT Yyang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Serta dua PLBN lagi, yaitu Motamasin dan Wini yang menunggu waktu untuk diresmikan langsung oleh Jokowi. Foto: Pool/PUPR



Memacu perekonomian masyarakat sekitar PLBN Motamasin melalui border tourism pun diakui oleh Kepala Dinas Pariwisata Malaka Rofinus Bau. Semenjak diresmikannya PLBN Motamasin, kini telah banyak kegiatan pariwisata yang dilakukan termasuk pameran. Masyarakat pun banyak yang ikut andil dalam pameran tersebut.

"Kalau PLBN itu sekarang sudah terbuka untuk umum orang pergi foto-foto, kemudian kalau ada atraksi atau kegiatan dari pusat kita lakukan di dalam kompleks PLBN. Sehingga dari Timor Leste juga datang dan dari sini juga pergi," katanya.

Kegiatan pariwisata di PLBN Motamasin membawa dampak ekonomi yang baik bagi pemilik usaha Bengkel Kreatif 5 Jari milik nasabah BRI, Darius Tunabenani (30). Ia mengatakan sejak dibukanya PLBN Motamasin, hasil lukisannya sering dibeli oleh masyarakat Timor Leste saat pameran.

"Sejauh ini lumayan banyak lukisan yang dibeli dari Timor Leste. Tahun 2019 kemarin banyak keluar karena kegiatan kemarin kan ada Wonderful Indonesia, jadi banyak turis-turis dari Timor Leste dan akhirnya mereka membeli," katanya.

Di samping itu, laju perputaran uang di sekitar Motamasin juga meningkat. Berdasarkan data BRI Unit Kobalima, pertumbuhan laju perputaran uang dari tahun 2017 hingga November 2020 meningkat sebanyak dua kali lipat. Hal ini menjadi bukti lain adanya perkembangan ekonomi masyarakat sekitar area Motamasin.

"Pertumbuhan dari tahun 2017 sampai November 2020 untuk simpanan tumbuh sebanyak 91%, sedangkan kredit tumbuh 93%. Jadi, pertumbuhannya hampir dua kali lipat dari tahun 2017," pungkas Pimpinan Cabang BRI Atambua Wayan Agus Parta Sumatra, yang membawahi BRI Unit Kobalima.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com.

(prf/hns)