Biaya Rapid Test Antigen Termahal Rp 275 Ribu, Ini Hitungannya

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 18 Des 2020 17:40 WIB
Sejumlah bandara menyediakan fasilitas rapid test antigen dan PCR. Di Bandara Soekarno Hatta, antrean warga yang akan rapid tes antigen mengular panjang.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Harga eceran tertinggi (HET) untuk rapid test antigen ditetapkan di Pulau Jawa Rp 250 ribu dan di luar Pulau Jawa Rp 275 ribu. Bagaimana hitung-hitungan pemerintah dalam menetapkan besaran tarif tersebut?

Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Faisal membeberkan struktur harga yang membuat pemerintah menetapkan harga tertinggi di angka tersebut.

"Dalam dua hari ini kami telah menghitung struktur biaya rapid test antigen swab ini. Struktur biaya itu kami lakukan dengan memperhatikan bisnis proses rapid test dari antigen sendiri, mulai dari pengambilan sampel, proses pengolahan sampel, sampai dengan proses pengolahan limbah medis," kata dia dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/12/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan unsur-unsur yang diperhitungkan di dalam biaya rapid test antigen tersebut antara lain biaya tenaga kerja atau sumber daya manusia yang meliputi dokter spesialis patologi, kemudian tenaga kesehatan baik yang melakukan pengambilan swab maupun yang melakukan pengolahan, dan juga tenaga yang membuat surat keterangan.

"Kemudian kami juga memperhitungkan biaya habis pakai seperti reagen rapid test, kemudian ada coverall, kemudian kita juga memperhitungkan biaya overhead, dan biaya administrasi termasuk keuntungan yang wajar bagi penyedia layanan swab test," sebutnya.

Pihaknya juga sudah melakukan survei terkait rapid test antigen di sejumlah fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun laboratorium. Kemudian BPKP membahasnya secara intensif dengan para praktisi, pihak rumah sakit, laboratorium, dan Kementerian Kesehatan.

"Jadi selama dua hari ini kami berkomunikasi dengan teman-teman di kesehatan untuk membahas harga yang terbaik buat masyarakat," tambahnya.

(toy/ara)