Ini Frontera Garden, Pertanian Hortikultura yang Viral di Malaka

Inkana Putri - detikFinance
Jumat, 18 Des 2020 18:17 WIB
Perkebunan Frontera Garden di PLBN Motamasin
Foto: Inkana Putri/detikcom
Malaka -

Saat mengunjungi Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, umumnya orang terpesona dengan megahnya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin. Namun, siapa sangka kalau sekitar 1 km dari PLBN Motamasin ada pertanian holtikultura terbesar di Malaka yang sering jadi tempat selfie, yakni Frontera Garden.

Di sepanjang jalan menuju PLBN Motamasin, Frontera Garden memang terlihat paling menonjol di antara lahan pertanian lainnya. Mengingat di Kabupaten Malaka mayoritas penduduknya menanam tanaman kering seperti jagung dan ubi kayu. Lahan hijau yang membentang dari Frontera Garden seakan memikat mata untuk mengunjunginya. Berbagai tanaman segar mulai dari tomat, cabai, pare, hingga melon menambah keindahan dari Frontera Garden. Karena keindahannya, perkebunan ini pun sempat viral di daerah tersebut.

Diceritakan Ketua Frontera Garden, Anonsiatus Marianus Riwu (23), awalnya dirinya tak ada niatan membuat perkebunan tersebut viral. Namun, sejak lahannya dikunjungi Plt. Sekretaris BNPP, Suhajar Diantoro dan Puteri Indonesia 2019, Jolene Marie pada Oktober 2020, Frontera Garden mulai viral.

"Awalnya kita tidak berpikir bisa seviral ini. Mungkin karena di Malaka kebun percontohan seperti ini baru pertama, jadi banyak mata yang kalau lalu lalang melihat. Mulai sempat viral karena Oktober kemarin waktu rombongan dari Sekjen BNPP RI sama kakak-kakak dari IBS-MTT, dan Puteri Indonesia 2019 ke sini. Dari BNPP RI posting di Instagram karena itu mungkin jadi viral," ungkapnya kepada detikFinance baru-baru ini.

Soal nama Frontera Garden, Anonsiatus bercerita nama tersebut diambil dari kata 'frontera' yang artinya perbatasan dan 'garden' yang bermakna kebun sehingga Frontera Garden berarti kebun perbatasan.

Awal mula berdirinya Frontera Garden pun disebabkan karena adanya dampak pandemi. Anonsiatus mengatakan pandemi cukup berdampak terhadap keluarganya, bahkan kakaknya ada yang diberhentikan kerja. Kondisi inilah yang akhirnya membuat ia dan keluarga memutuskan untuk membuat Frontera Garden.

Perkebunan Frontera Garden di PLBN MotamasinPerkebunan Frontera Garden di PLBN Motamasin Foto: Inkana Putri/detikcom



"Karena kita mulainya juga karena pandemi. Ada kakak yang berhenti kerja, nganggur dari pekerjaannya akhirnya kita ngumpul di rumah tidak buat apa-apa. Jadi, kita putuskan buat bikin usaha ini," katanya.

Hingga saat ini, Frontera Garden sudah cukup berkembang dan viral. Malahan saat ini sudah banyak warga sekitar yang berdatangan untuk sekadar berfoto-foto selfie. Frontera Garden seakan menjadi ikon lain di perbatasan selain PLBN Motamasin.

Bahkan, bukan hanya warga di sekitar area Motamasin saja yang ingin berkunjung. Masyarakat yang tinggal di Ibu Kota Kabupaten Malaka, Betun, pun banyak yang ingin berkunjung hanya untuk sekadar selfie atau membeli hasil kebun.

"Wah banyak sekali, malah dari Betun juga mau datang. Kalau untuk warga sini dari awal sering datang kunjung-kunjung. Padahal pas awal kerja tidak sempat kepikiran juga mau seheboh ini. Masyarakat kecamatan kami kalau mau foto-foto ke PLBN Motamasin, cuma semenjak ada Frontera Garden ini juga jadi sering mampir. Jadi satu ikon juga di batas ini bahwa ada masyarakat yang tanam sayur di batas (perbatasan)," jelasnya.

Perkebunan Frontera Garden di PLBN MotamasinPerkebunan Frontera Garden di PLBN Motamasin Foto: Inkana Putri/detikcom



Di balik viralnya Frontera Garden saat ini, Anonsiatus sempat merasakan kesulitan ketika mulai berkebun. Sulitnya mata air di area perbatasan membuat ia harus mengangkut air menggunakan tangki, yang tentunya membutuhkan dana.

Untungnya di saat itu, ia mendapatkan pinjaman KUR Super Mikro dari BRI sehingga usaha pertaniannya kini bisa tambah maju.

"Waktu bulan September itu tomatnya sudah tumbuh, kita kan siramnya pakai tangki karena nggak ada mata air. Tangki kan operasionalnya butuh solar, motor air butuh bensin. Kita pas butuh dana waktu itu kita dibantu teman-teman BRI, hari ini survei dan sorenya cair. Seandainya waktu itu BRI memperlambat pencairan, itu kemungkinan bisa batal panen," katanya.

Ke depan, Anonsiatus berniat untuk menjadikan Frontera Garden sebagai agrowisata di Malaka. Nantinya, masyarakat Malaka dapat berfoto selfie di antara hijaunya perkebunan hingga membeli langsung hasil kebun.

Ia mengatakan juga akan mendesain ulang sehingga unsur estetika Frontera Garden akan lebih indah. Anonsiatus juga akan berencana membuatkan akun media sosial resmi Frontera Garden agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat di luar Malaka.

"Nanti kita siapkan bunga-bunga. Mau bikin taman selfie kayak di Malang, jadi orang bukan hanya ke batas (PLBN) tapi bisa lihat ke sini. Mungkin bulan Juli tahun depan, jadi mau dirombak ada gapura, pendopo, tempat selfie, tempat parkir. Nanti kita berdayakan anak-anak sini untuk parkiran. Yang masuk selfie bisa beli hasil kebun," pungkasnya.

Di ulang tahun yang ke-125, BRI dengan tema BRILian hadir di perbatasan untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan. Berbagai cara dilakukan salah satunya dengan menghadirkan Agen BRILink yang bisa ditemui di sana untuk melakukan transaksi perbankan dengan mudah.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com.



Simak Video "PLBN Motamasin Gairahkan Ekonomi Warga Malaka NTT"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)