Airlangga: Kita Sudah Melewati Posisi Terendah Ekonomi

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 22 Des 2020 12:05 WIB
International Monetary Fund (IMF) ramal pertumbuhan ekonomi Indonesia akan minus 1,5% pada tahun ini. Kondisi itu terjadi salah satunya akibat pandemi COVID-19.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah sudah menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan perekonomian nasional di tahun 2021.

Dia bilang pemerintah telah mempersiapkan langkah mendasar dengan melakukan reformasi struktural yang akan mulai di awal tahun 2021, diharapkan hasilnya sudah mulai terlihat di sepanjang tahun 2021.

"Pemerintah menggunakan momentum ini untuk meraih peluang dalam mendorong pemulihan ekonomi, dengan melakukan reformasi struktural melalui kemudahan berusaha, pemberian insentif usaha, dan dukungan UMKM, untuk memberikan kepastian usaha dan menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih baik, sehingga penciptaan lapangan kerja dapat terealisasi. Salah satu pendorong utama (key-driver) yang diandalkan adalah melalui UU Cipta Kerja," kata Airlangga dalam acara Outlook Perekonomian: Meraih Peluang Pemulihan Ekonomi di 2021, Selasa (22/12/2020).

Selain itu, dikatakan Airlangga sejumlah strategi lainnya, yaitu dengan melanjutkan program Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) di tahun 2021, dukungan kebijakan untuk pemberdayaan UMKM, penyusunan Daftar Prioritas Investasi (DPI), dan pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau SWF.

Menurut Airlangga sinyal pemulihan mulai terlihat, di mana ekspor mulai pulih pada akhir 2020 dan tren ini diharapkan terus terjaga pada tahun 2021. Adapun Indonesia telah mendapatkan kembali fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) yang tentunya akan mendorong ekspor Indonesia.

Transaksi Berjalan Indonesia pun pertama kalinya surplus sebesar US$ 964 juta atau 0,36% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sejak 10 tahun terakhir. Kondisi ini juga didukung oleh neraca perdagangan Indonesia yang sampai dengan Oktober 2020 surplus sebesar US$ 17,07 miliar, serta cadangan devisa yang cukup tinggi sebesar US$ 135,2 miliar pada kuartal III-2020.

"Indonesia telah melewati posisi rock bottom, posisi terendah ekonomi pada triwulan II. Kita optimistis tren perbaikan dan pemulihan ekonomi akan terus berlanjut pada tahun mendatang," katanya.

Berdasarkan data PDB pada kuartal III-2020 yang telah menunjukkan tren perbaikan, pemerintah optimistis akan terus berlanjut di Triwulan IV 2020 dan sepanjang tahun 2021.

Apa saja indikatornya? Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2