Alasan Omnibus Law Harus Banget Terbit Sekarang

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 22 Des 2020 14:22 WIB
omnibus law cipta kerja
Ilustrasi/Foto: omnibus law cipta kerja (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membeberkan mengapa Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja menjadi kebutuhan mendesak bagi Indonesia saat ini. Apa saja?

Pertama, dia menjelaskan Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada periode 2020-2030. Pada periode tersebut, struktur penduduk Indonesia sebagian besar akan diisi oleh penduduk usia muda produktif berusia 20-39 tahun.

"Sehingga satu dekade ke depan menjadi penentuan kita untuk bisa memanfaatkan peluang ini," kata dia di acara Outlook Perekonomian: Meraih Peluang Pemulihan Ekonomi di 2021, Selasa (22/12/2020).

Di sisi lain, data katenagakerjaan menunjukkan saat ini ada 203 juta penduduk usia kerja dan 138 juta angkatan kerja. Dia jelaskan setiap tahun setidaknya terdapat
sekitar 2-2,5 juta angkatan kerja baru yang masuk ke pasar kerja. Oleh karena itu kebutuhan atas lapangan kerja baru sangat mendesak.

Tak berhenti di situ, adanya pandemi COVID-19 telah menyebabkan sektor ketenagakerjaan terganggu. Data BPS bulan Agustus 2020 menunjukkan ada sekitar 9,7 juta penganggur dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 7,07%.

"Ada kenaikan jumlah dan tingkat pengangguran yang signifikan akibat dampak pandemi. Bahkan apabila kita melihat lebih detil data dari BPS dengan mengikuti standar ILO mengenai dampak pandemi terhadap hilangnya jam bekerja, terdapat 29,12 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak pandemi," paparnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2